Notification

×

Iklan

MTQ Lansia Semarakkan HUT RI dan Maulid Nabi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:22 WIB Last Updated 2026-08-26T20:22:00Z

Asisten III Setda Agam, Syatria

Ampek Angkek, Rakyatterkini.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah di Surau Kakbah Nyiak Tuah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, berlangsung semarak.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Agam yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Agam, Syatria , melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan pra lansia, Selasa (25/8).

Ketua panitia, Ulyanef St Menan, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan digelar sebagai sarana syiar Islam sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI dan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Rangkaian kegiatan memiliki tiga agenda utama, yaitu MTQ Lansia dan Pra Lansia, jalan santai, serta Festival Rabano,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan jalan santai telah berlangsung pada Sabtu sebelumnya, sementara Festival Rabano dijadwalkan digelar pada malam hari. Seluruh agenda tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang datang dari tiga kecamatan, yakni Ampek Angkek, Baso, dan Canduang.

Untuk MTQ Lansia dan Pra Lansia, puluhan peserta mengikuti sejumlah cabang perlombaan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al Quran di kalangan lansia dan pra lansia.

Asisten III Setda Agam, Syatria, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai aktivitas yang berpusat di surau menunjukkan bahwa rumah ibadah dapat dikembangkan menjadi wadah berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, surau tidak semestinya hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Konsep tersebut, lanjut Syatria, sejalan dengan program Nagari Creative Hub berbasis Masjid yang mendorong masjid dan surau menjadi ruang kreativitas serta pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap model pengelolaan surau seperti di Panampuang dapat diterapkan di wilayah lainnya. Surau diharapkan kembali memainkan peran penting dalam membangun ilmu pengetahuan, akhlak, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.

Syatria juga mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas akhlak sekaligus meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah menilai pelaksanaan MTQ khusus lansia dan pra lansia mendapat sambutan positif dari masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada kelompok usia tersebut untuk tetap aktif belajar, berkompetisi, dan meningkatkan ibadah.

Ia menyebut MTQ kali ini memiliki konsep yang berbeda karena selama ini perlombaan Al Quran lebih sering didominasi peserta dari kalangan generasi muda.

“Keikutsertaan lansia dan pra lansia menjadi sesuatu yang menarik. Mereka mendapat ruang untuk tampil dan menunjukkan semangat belajar serta beribadah tanpa dibatasi usia,” tuturnya.

Benni berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan dikembangkan lebih luas. Dengan demikian, masyarakat semakin terdorong untuk dekat dengan Al Quran, mempererat silaturahmi, serta menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan umat.

Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada perlombaan semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan surau dan membentuk masyarakat yang religius, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update