Notification

×

Iklan

Malamang Basamo Hidupkan Tradisi Minangkabau

Minggu, 23 Agustus 2026 | 03:22 WIB Last Updated 2026-08-22T20:22:00Z

Lomba Malamang Basamo digelar di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara.

Padang, Rakyatterkini.com — Tradisi memasak lamang dengan memanfaatkan ruas bambu kembali digelar masyarakat Kota Padang. Kuliner khas Minangkabau yang berbahan dasar beras ketan dan santan tersebut terus dijaga keberadaannya sebagai bagian dari kekayaan budaya dan gastronomi daerah.

Upaya pelestarian tradisi itu diwujudkan melalui Lomba Malamang Basamo di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap visi menjadikan Padang sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang Gastronomi.

Mengangkat tema "Malamang Basamo, Menghidupkan Tradisi, Mempererat Silaturahmi Antarwarga", perlombaan diikuti 11 kelompok dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kelurahan Gunung Pangilun.

Selain melestarikan tradisi, kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan tiga momentum penting, yakni Hari Jadi ke-357 Kota Padang, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, kekayaan kuliner tradisional memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus daya tarik wisata Kota Padang.

Menurutnya, gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga mencakup budaya, adat, serta berbagai tradisi yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan malamang dinilai sejalan dengan upaya memperkuat posisi Padang sebagai kota gastronomi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Kota Padang juga mendorong agar keterampilan membuat lamang terus diwariskan kepada anak-anak muda. Pengembangan variasi rasa maupun cara penyajian dinilai tetap memungkinkan dilakukan mengikuti perkembangan zaman, selama karakter dan cita rasa khas Minangkabau tetap dipertahankan.

Pelestarian tradisi tersebut juga dinilai mendukung program pariwisata daerah, termasuk Padang Rancak dan Jelajah Padang. Pemko berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi berkembang menjadi agenda budaya yang digelar secara berkelanjutan.

Syahrial menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar tradisi malamang tetap hidup dan tidak tergerus zaman. Ia berharap kegiatan tersebut dapat diperluas, mulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan hingga menjadi kegiatan berskala Kota Padang.

Acara itu turut mendapat dukungan dari Camat Padang Utara Sa'at, Ketua LPM Gunung Pangilun Wahyu Iraman Putra, serta Ketua BKMT Kelurahan Gunung Pangilun Helma Gusnita.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update