Padang, Rakyatterkini.com - Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) segera mengerahkan alat berat untuk mengembalikan aliran sungai yang berubah akibat derasnya arus banjir.
Langkah ini dilakukan agar akses jalan yang sempat terputus dapat kembali digunakan masyarakat serta mengurangi risiko banjir susulan.
Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), gubernur melihat langsung kondisi permukiman warga yang terdampak serta aliran sungai yang meluap hingga melewati badan jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Mahyeldi menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan menginstruksikan Dinas PSDA segera menurunkan alat berat untuk mengembalikan aliran sungai ke jalur semula.
Selain itu, Mahyeldi meminta seluruh OPD terkait bekerja secara terpadu dalam penanganan bencana. Dinas PSDA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat, mendata kerusakan, serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, koordinasi yang cepat sangat penting agar bantuan dapat segera diterima warga dan dampak bencana tidak semakin meluas.
Data sementara mencatat sedikitnya terdapat 15 titik banjir di Kota Padang. Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Agam.
Mahyeldi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun kawasan rawan longsor. Ia juga mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melintasi arus sungai atau genangan air yang deras demi menghindari risiko kecelakaan.
Gubernur menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Provinsi Sumbar belum menetapkan status siaga darurat karena kondisi dinilai masih dapat ditangani melalui koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan, kebutuhan dasar terpenuhi, serta proses penanganan berjalan dengan baik.
Di lokasi yang ditinjau, sekitar 30 rumah dilaporkan terdampak banjir. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga atau kerabat hingga situasi kembali aman.
Sebagai bentuk kepedulian, Mahyeldi juga menyerahkan bantuan logistik berupa kasur, selimut, makanan siap saji, serta paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan sarden.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memperoleh data yang akurat mengenai kerusakan rumah, infrastruktur, dan fasilitas umum. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanganan lanjutan serta pemulihan pascabencana.(da*)


