Notification

×

Iklan

Mahyeldi Resmikan Masjid Ahmad Karim SMKN 1 Bukittinggi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:55 WIB Last Updated 2026-08-16T11:55:00Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meresmikan Masjid Ahmad Karim 

Bukittinggi, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meresmikan Masjid Ahmad Karim di lingkungan SMK Negeri 1 Bukittinggi, Jumat (14/8/2026). Pembangunan masjid tersebut terwujud berkat kerja sama alumni, sekolah, komite, para donatur, serta masyarakat.

Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang melandasi pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, keberadaan rumah ibadah di lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunaikan ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun karakter dan akhlak peserta didik.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menghadirkan masjid ini,” kata Mahyeldi.

Ia berharap Masjid Ahmad Karim dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat pembelajaran dan pembinaan karakter. Selain untuk salat berjamaah, masjid tersebut diharapkan menjadi tempat kegiatan keagamaan, kajian, pengembangan wawasan, dialog, serta aktivitas sosial yang mendukung pembentukan pribadi siswa.

Mahyeldi menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin besar, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, penguasaan teknologi harus diiringi dengan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.

“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan kesiapsiagaan dan kepedulian sejak lingkungan sekolah. Berbagai pengalaman Sumatera Barat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, menurutnya, dapat menjadi pelajaran untuk membentuk generasi yang disiplin, tangguh, dan memiliki solidaritas tinggi.

“Alam takambang jadi guru. Setiap perkembangan zaman harus menjadi pelajaran, setiap perubahan harus menjadi peluang. Pengalaman kebencanaan yang kita hadapi juga harus menjadi pembelajaran agar generasi mendatang lebih siap, peduli, dan tangguh,” ujarnya.

Kepada para siswa, Mahyeldi berpesan agar mereka terus meningkatkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa asing, kompetensi digital, serta kewirausahaan. Namun, kemampuan tersebut harus tetap dibarengi dengan keimanan dan akhlak.

“Kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi dalam waktu yang sama jangan pernah meninggalkan salat dan Al-Qur’an,” pesannya.

Menurutnya, teknologi hanya menjadi alat untuk mempermudah berbagai pekerjaan, sedangkan karakter dan akhlak menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan. Pendidikan vokasi memang penting untuk membekali siswa dengan keterampilan kerja, tetapi nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan berkolaborasi juga harus ditanamkan sejak dini.

Untuk itu, guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi contoh dalam membangun budaya pendidikan yang berorientasi pada karakter.

Mahyeldi juga berharap keberadaan Masjid Ahmad Karim tidak hanya semarak ketika diresmikan. Masjid tersebut harus menjadi bagian dari keseharian warga sekolah melalui kegiatan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, kajian keilmuan, pembinaan akhlak, kegiatan sosial, hingga edukasi mengenai kebencanaan.

“Jadikanlah masjid ini bagian dari budaya sekolah. Jadikan salat berjamaah sebagai kebiasaan, membaca Al-Qur’an sebagai kebutuhan, kajian ilmu sebagai tradisi, dan masjid ini sebagai tempat pembentukan karakter generasi muda,” tuturnya.

Peresmian Masjid Ahmad Karim dilakukan Mahyeldi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia berharap masjid tersebut memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah maupun masyarakat sekitar serta mendukung lahirnya generasi Sumatera Barat yang kompeten, menguasai teknologi, berakhlak mulia, berintegritas, peduli terhadap sesama, dan siap menghadapi berbagai tantangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update