Notification

×

Iklan

Korea Selatan Jajaki Potensi Gas Metana TPA Aia Dingin

Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:45 WIB Last Updated 2026-08-13T01:45:00Z

Peninjauan Lapangan dan Pemantauan Potensi Gas Metan TPA Aia Dingin Bersama Delegasi Korea Selatan dan KEITI.

Padang, Rakyatterkini.com – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aia Dingin, Kota Padang, berpeluang dikembangkan menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan. 

Potensi tersebut mulai dijajaki melalui kunjungan delegasi Korea Selatan bersama Korea Environmental Industry and Technology Institute (KEITI) ke lokasi TPA pada Rabu (12/8/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Chief Representative KEITI Indonesia, Kang Min Soo, bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan dan Konsulat Perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Sumatera. Mereka melihat langsung kondisi TPA, terutama sel-sel penampungan sampah yang sudah tidak digunakan, untuk mengkaji kemungkinan pemanfaatan gas metana.

Kepala UPTD TPA dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Air Dingin, Syahrial, menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, tim dari Korea Selatan datang untuk melihat lokasi yang dinilai memiliki potensi menghasilkan gas metana.

“Tim dari Korea Selatan datang untuk melihat langsung sel-sel yang sudah tidak aktif dan rencananya akan dimanfaatkan untuk pengolahan gas metana,” ujar Syahrial saat mendampingi kunjungan.

Rencana kerja sama ini diarahkan pada pengolahan gas metana dari timbunan sampah menjadi energi yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik. Jika kajian tersebut terealisasi, listrik yang dihasilkan nantinya berpotensi disalurkan ke jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Syahrial menyebut, hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa kondisi TPA Aia Dingin memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik berbasis gas metana. Namun, rencana tersebut masih harus melalui kajian teknis dan evaluasi lebih lanjut dari pihak Korea Selatan.

Karena masih berada dalam tahap penelitian, waktu pelaksanaan pembangunan fasilitas pengolahan gas metana belum dapat dipastikan. Keputusan mengenai tahapan berikutnya akan menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh tim terkait.

Saat ini, TPA Aia Dingin menerima sampah dalam jumlah besar setiap harinya. Volume sampah yang masuk diperkirakan mencapai 600 hingga 700 ton per hari. Sementara itu, pengolahan yang sudah berjalan masih terbatas, antara lain memanfaatkan sampah organik untuk kebutuhan pakan ternak serta pembuatan pupuk kompos.

Dengan besarnya volume sampah yang dihasilkan dan potensi energi yang masih belum dimanfaatkan secara optimal, pengelola TPA Aia Dingin membuka peluang kerja sama dengan investor. Pemerintah berharap investor dari dalam maupun luar negeri dapat membawa teknologi dan modal untuk mengembangkan pengelolaan sampah menjadi sumber energi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kota Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update