Notification

×

Iklan

Korban Banjir Nepal-China Capai 633 Orang

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:38 WIB Last Updated 2026-08-30T09:38:00Z

Banjir bandang dahsyat di Nepal. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Nepal dan China terus menelan korban. Hingga Sabtu, total korban meninggal dunia dari kedua negara tersebut tercatat mencapai 633 orang. Di sisi lain, hampir 3.000 orang masih dalam pencarian karena belum diketahui keberadaannya.

Di Nepal, sebanyak 626 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 2.426 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal (NDRRMA) yang dikutip Kathmandu Post.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Petugas terus menyisir sejumlah wilayah dan menemukan jasad yang terbawa derasnya arus sungai setelah banjir melanda.

Chitwan dan Nawalparasi East menjadi dua daerah yang mengalami dampak paling berat. Korban juga ditemukan di Gorkha, Dhading, serta Nuwakot setelah Sungai Bhotekoshi dan Trishuli meluap.

Kedua sungai tersebut memiliki hulu di kawasan Himalaya dan menjadi jalur aliran penting di Nepal. Arus banjir bahkan membawa sejumlah jenazah hingga mendekati wilayah perbatasan Nepal dengan India.

Warga negara asing juga masih tercatat dalam daftar orang yang belum ditemukan. Pemerintah India menyebut 320 warga negaranya hingga kini masih belum dapat dihubungi setelah bencana terjadi di Nepal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyampaikan jumlah tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (28/8). Ia mengatakan 320 warga India masih berstatus hilang. Selain itu, sekitar 100 orang keturunan India yang kemungkinan memiliki kewarganegaraan berbeda juga belum berhasil dihubungi.

Meski demikian, sejumlah warga India telah berhasil dievakuasi. Di antaranya terdapat 63 orang yang bekerja pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli-1.

Di China, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara 554 orang lainnya masih belum ditemukan, berdasarkan laporan kantor berita Xinhua.

Angka korban maupun orang hilang masih berpotensi berubah. Proses pencarian terus dilakukan, sementara gangguan komunikasi akibat kerusakan jaringan listrik dan infrastruktur membuat sejumlah warga sulit dihubungi.

Otoritas Nepal juga mencatat 2.301 orang berhasil diselamatkan atau memperoleh penanganan medis setelah mengalami luka. Sebagian besar korban selamat ditemukan di Distrik Nuwakot dan Rasuwa.

Dari jajaran kepolisian, sebanyak 27 personel masih belum diketahui keberadaannya. Pemerintah telah mengerahkan 4.811 personel ke berbagai daerah terdampak untuk menjalankan operasi pencarian, evakuasi, hingga pemulihan.

Nepal juga memberikan persetujuan bagi tim pencarian dan penyelamatan dari luar negeri untuk membantu penanganan bencana. Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya kebutuhan pencarian warga asing yang masih hilang.

Seorang pejabat Nepal yang dikutip Kathmandu Post menyebut pemerintah mendapat desakan dari komunitas internasional agar menerima bantuan berupa tim penyelamat dan tenaga ahli.

Sementara itu, Asosiasi Produsen Listrik Independen menyatakan 934 orang yang berada di sekitar 11 lokasi pembangkit listrik tenaga air yang terdampak banjir masih belum diketahui keberadaannya, sebagaimana diberitakan Xinhua.

Palang Merah Internasional memperkirakan sekitar 93.000 orang terdampak bencana di Nepal dan China. Namun, proses pendataan masih berjalan, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau oleh petugas.

Pemerintah dan tim penyelamat memperkirakan jumlah korban meninggal maupun hilang masih dapat bertambah. Pendataan akan terus diperbarui seiring terbukanya akses menuju daerah terisolasi dan pulihnya jaringan komunikasi yang rusak akibat bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update