Notification

×

Iklan

Karhutla Kobar Terkendala Akses dan Air

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:23 WIB Last Updated 2026-08-27T10:23:00Z

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat meninjau lokasi 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masih menghadapi sejumlah kendala. 

Petugas tidak hanya harus mengatasi titik api, tetapi juga berhadapan dengan medan yang sulit serta terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

Kondisi itu menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat meninjau Posko Komando Siaga Bencana Karhutla di Kantor BPBD Kobar. Peninjauan dilakukan sejak Rabu (26/8/2026) hingga Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Agustiar didampingi unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, di antaranya Kapolda Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Danrem, serta sejumlah instansi terkait. Mereka memantau perkembangan penanganan karhutla yang berlangsung di wilayah Kobar.

Dari posko, Agustiar memperoleh informasi kondisi lapangan secara langsung melalui aplikasi Sipongi. Ia juga menerima laporan dari Kalaksa BPBD Kobar mengenai perkembangan kebakaran, termasuk luasan wilayah yang telah terdampak.

Agustiar menyebut berdasarkan data BPBD Kobar, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, area yang terbakar telah mencapai lebih dari 1.000 hektare. Menurutnya, angka tersebut cukup besar sehingga membutuhkan penanganan secara cepat dan terpadu.

Saat ini, sejumlah titik api masih ditangani oleh tim gabungan. Personel BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) terus bekerja untuk melokalisasi dan memadamkan kebakaran.

Kendati demikian, proses pemadaman menghadapi tantangan di lapangan. Akses menuju sejumlah titik kebakaran sulit dilalui, sementara ketersediaan air di lokasi juga terbatas.

Karena itu, Agustiar meminta seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan memperkuat sinergi, terutama antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Ia berharap berbagai kendala yang ditemukan dapat segera dicarikan solusi yang efektif.

Salah satu opsi yang dibahas ialah pembangunan sumur bor di kawasan yang rawan mengalami karhutla. Keberadaan sumur bor dinilai dapat membantu menyediakan sumber air ketika kebakaran terjadi.

Namun, Agustiar mengingatkan agar pembangunan sumur bor dilakukan berdasarkan pemetaan yang jelas. Lokasi harus dipilih sesuai kebutuhan dan berada di titik yang memang strategis untuk mendukung penanganan karhutla.

Menurutnya, ketersediaan sumber air yang berada dekat dengan kawasan rawan kebakaran dapat mempercepat proses pengisian air bagi petugas. Hal tersebut diharapkan mampu mengurangi waktu respons sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum menyebar lebih luas.

Selain memastikan kesiapan pemadaman, Agustiar juga mengecek dukungan bagi para personel yang bertugas. Salah satunya dengan meninjau dapur umum yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan logistik petugas selama operasi berlangsung.

Ia menegaskan kesiapan tenaga kesehatan, peralatan pemadaman, sarana dan prasarana, serta kebutuhan logistik harus menjadi bagian penting dalam operasi penanggulangan karhutla.

Agustiar menilai keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api, tetapi juga oleh kesiapan seluruh personel dan fasilitas pendukung di lapangan. Karena itu, ia meminta seluruh unsur terus bekerja optimal sampai kondisi kebakaran di Kabupaten Kotawaringin Barat benar-benar terkendali.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update