Notification

×

Iklan

Kabut Asap, Penyaluran MBG di Dharmasraya Dihentikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:44 WIB Last Updated 2026-08-28T04:44:00Z

Pekerja mengangkut ompreng berisi makan bergizi gratis

Dharmasraya, Rakyatterkini.com – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 3.426 peserta didik tingkat TK dan PAUD di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, untuk sementara dihentikan. Kebijakan tersebut diambil setelah kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah diliburkan akibat kondisi kabut asap.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Dharmasraya, Ririn Anggraini, mengatakan penghentian distribusi dilakukan karena sekolah yang menjadi penerima manfaat sedang tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran.

"SPPG yang melayani TK dan PAUD sementara tidak melakukan distribusi karena sekolah diliburkan," kata Ririn di Pulau Punjung, Kamis.

Menurutnya, keputusan tersebut telah disampaikan dan dikonfirmasi kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas melayani penerima manfaat MBG jenjang TK dan PAUD.

Ririn menjelaskan, informasi mengenai sekolah yang diliburkan diperoleh dari person in charge (PIC) atau penanggung jawab penerima manfaat MBG. Dengan demikian, penyaluran makanan bergizi juga dihentikan selama masa sekolah diliburkan.

Saat ini, terdapat 16 SPPG di Dharmasraya yang melayani program MBG untuk siswa TK dan PAUD. Total penerima manfaat dari kedua jenjang pendidikan tersebut mencapai 3.426 orang.

Ia menegaskan, penghentian distribusi hanya berlaku bagi peserta didik yang sekolahnya diliburkan. Sementara itu, penyaluran MBG untuk jenjang pendidikan lainnya tetap disesuaikan dengan kondisi serta kebijakan sekolah masing-masing.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memutuskan untuk meliburkan sementara kegiatan pembelajaran bagi siswa TK dan PAUD. Kebijakan itu ditempuh sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, menyebut kebijakan tersebut mulai diterapkan pada Rabu (26/8). Sekolah dijadwalkan kembali menjalankan aktivitas belajar secara normal pada Senin, namun masa libur dapat diperpanjang apabila kondisi udara belum membaik.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di daerah tersebut pada Rabu berada di kisaran 125–130.

Angka tersebut termasuk kategori tidak sehat dan berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap pencemaran udara.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update