Notification

×

Iklan

Jalan Trans Papua Mamberamo-Elelim Rampung 51 Persen

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:18 WIB Last Updated 2026-08-06T20:18:00Z

Pembangunan Ruas Jayapura–Wamena Segmen Mamberamo–Elelim memiliki tantangan 

Jakarta, Rakyatterkini.com  - Pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena terus berlanjut sebagai salah satu proyek strategis pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan membuka akses menuju wilayah pegunungan Papua. 

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah kini memfokuskan pengerjaan Segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer yang menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan dan jembatan menjadi infrastruktur utama dalam memperkuat hubungan antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, peningkatan jaringan transportasi bertujuan membuka akses investasi, mendukung kawasan industri, mengembangkan sektor pariwisata, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil.

Keberadaan ruas Mamberamo–Elelim diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mengurangi biaya distribusi logistik, dan menekan harga kebutuhan pokok di Papua Pegunungan. 

Infrastruktur ini juga diyakini akan memudahkan akses pelajar menuju sekolah, mempercepat layanan kesehatan, memperlancar pelayanan pemerintahan, serta mempercepat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.

Proyek tersebut dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menggunakan sistem pembayaran Availability Payment (AP). Pekerjaan konstruksi dimulai sejak Juli 2024 dan ditargetkan rampung pada November 2026.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 51,59 persen. Sejumlah pekerjaan yang telah berjalan meliputi pembukaan badan jalan, pembangunan perkerasan, sistem drainase, jembatan, pekerjaan tanah, pengamanan lereng, pemasangan perlengkapan jalan, hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Pelaksanaan proyek ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Jalur yang dibangun melintasi kawasan pegunungan dengan medan terjal, hutan lebat, curah hujan tinggi, serta memiliki potensi longsor yang cukup besar. 

Selain itu, pengiriman alat berat dan material konstruksi juga membutuhkan waktu lebih lama karena akses menuju lokasi proyek masih terbatas.

Meski demikian, Kementerian PU tetap mengupayakan percepatan pembangunan dengan mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja. 

Berbagai teknologi modern diterapkan, mulai dari survei RTK (Real-Time Kinematic) berbasis satelit GNSS, pemetaan menggunakan LiDAR, hingga survei geoteknik untuk memastikan desain konstruksi sesuai dengan kondisi lapangan.

Sebagai langkah mitigasi bencana, pemerintah membangun sistem drainase lereng, memperkuat tebing dengan struktur penahan tanah, melakukan revegetasi, serta memantau kondisi lereng secara berkala di titik-titik rawan longsor. Upaya tersebut dilakukan agar jalan tetap aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selain membangun infrastruktur, proyek Jalan Trans Papua juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28 persen dari total pekerja proyek telah dilibatkan dalam proses pembangunan. Keterlibatan warga setempat diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi sekaligus memastikan manfaat pembangunan sudah dirasakan sejak tahap konstruksi berlangsung.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update