Notification

×

Iklan

Iran Klaim Produksi Rudal Terus Melaju

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:30 WIB Last Updated 2026-08-16T20:30:32Z

Iran mengungkap alasan mengapa persediaan rudalnya mampu bertahan 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Iran mengklaim memiliki kemampuan untuk mempertahankan pasokan rudalnya meski harus menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Teheran menyebut produksi rudal balistik di dalam negeri terus berlangsung dengan kapasitas yang bahkan disebut lebih besar dibandingkan jumlah rudal yang digunakan selama perang.

Jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Reza Naqdi mengatakan Iran mempunyai kapasitas produksi yang memungkinkan peluncuran rudal tetap dilakukan apabila konflik berlangsung dalam waktu lama.

Naqdi menegaskan bahwa Iran siap mempertahankan kemampuan serangannya selama diperlukan. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah.

Menurutnya, salah satu faktor yang mendukung ketahanan industri rudal Iran adalah kondisi geografis negara tersebut. Wilayah Iran yang luas memungkinkan pembangunan dan pengoperasian banyak fasilitas produksi di berbagai lokasi.

Jaringan fasilitas tersebut membuat industri rudal Iran tidak sepenuhnya bergantung pada satu atau beberapa pusat produksi. Dengan tersebarnya lokasi manufaktur, kemampuan produksi dinilai lebih sulit lumpuh hanya melalui serangan terhadap fasilitas tertentu.

Naqdi juga menyatakan bahwa kapasitas produksi rudal Iran saat ini berada di atas tingkat penggunaannya selama konflik. Kondisi tersebut, menurut dia, memberikan ruang bagi Teheran untuk mempertahankan kemampuan serangan rudal apabila perang berlangsung dalam jangka panjang.

Selain memenuhi kebutuhan militernya sendiri, pernyataan Naqdi juga mengindikasikan adanya kapasitas produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan di luar penggunaan domestik, termasuk kemungkinan memasok rudal ke pihak lain.

Pernyataan itu muncul di tengah langkah Iran melakukan restrukturisasi besar terhadap jajaran pimpinan militernya. Perubahan tersebut disebut berkaitan dengan upaya mempersiapkan negara menghadapi kemungkinan konflik berkepanjangan dengan AS dan Israel.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update