Notification

×

Iklan

HUT ke-81 RI, PT Semen Padang Tampilkan Budaya Nusantara

Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:55 WIB Last Updated 2026-08-18T06:55:00Z

Busana Nusantara Warnai HUT ke-81 RI di Semen Padang

Padang, Rakyatterkini.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di PT Semen Padang berlangsung dengan nuansa kebangsaan yang kental. Keberagaman budaya Indonesia turut ditampilkan melalui pakaian adat yang dikenakan jajaran direksi, komisaris, hingga pimpinan perusahaan saat mengikuti upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (17/8/2026).

Penggunaan busana dari berbagai daerah tidak hanya memperindah suasana peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman. Selain itu, hal tersebut mencerminkan kebanggaan terhadap budaya Nusantara serta penghormatan terhadap warisan leluhur bangsa.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar yang bertugas sebagai inspektur upacara mengenakan pakaian adat pria Minangkabau berwarna merah. Busana tersebut dilengkapi penutup kepala dengan ornamen kuning keemasan, baju merah berhias bordir emas, kain songket di bagian pinggang, serta celana berwarna senada.

Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis memilih pakaian adat Aceh. Ia mengenakan Baje Meukasah, celana Sileuweu, kain sarung, dan Meukeutop. Penampilannya semakin lengkap dengan aksesori berupa rencong atau siwah yang dihiasi sulaman emas.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa tampil menggunakan busana adat pria Minangkabau asal Solok. Pakaian tersebut terdiri atas saluak putih dan emas, baju hitam bersulam, ornamen pada bagian dada, serta kain songket atau selendang yang dipasang di sekitar pinggang.

Komisaris Utama PT Semen Padang Prof. Werry Darta Taifur juga mengenakan pakaian adat Minangkabau. Ia tampil sebagai datuk dengan baju hitam, saluak merah keemasan, sasampiang yang disilangkan dari bahu menuju pinggang, sarawa hijau tua, cawek, serta berbagai perlengkapan adat. Keris dan tongkat turut melengkapi penampilannya sebagai representasi kedudukan adat.

Komisaris PT Semen Padang Resiya Syafri mengenakan busana perempuan Minangkabau dengan ciri khas Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang. Pakaian tersebut dilengkapi tingkuluak, baju batabue, salempang, lambak, dan berbagai aksesori tradisional.

Komisaris PT Semen Padang Ilham Aldelano Azre memilih pakaian adat Minangkabau yang didominasi warna hitam dengan saluak serta perlengkapan tradisional lainnya.

Keragaman budaya juga tampak dalam penampilan pengurus Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) yang mengenakan baju basiba. Adapun staf pimpinan perusahaan menggunakan busana yang lebih beragam, mulai dari pakaian Melayu, datuk, hingga demang.

Kemerdekaan Jadi Momentum untuk Bangkit

Dalam amanatnya, Pri Gustari Akbar mengajak seluruh karyawan menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk meningkatkan semangat, memperkuat daya saing, dan mengembalikan kepercayaan pasar terhadap perusahaan.

Menurut Pri, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak sebatas agenda seremonial tahunan. Hari kemerdekaan perlu dimaknai sebagai kesempatan untuk kembali mengingat perjuangan, keberanian, serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengatakan, para pejuang 81 tahun silam memiliki tekad yang sama untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Semangat tersebut dinilai perlu diteruskan generasi saat ini melalui kerja keras, keberanian menghadapi perubahan, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai tanggung jawab masing-masing.

Bagi karyawan PT Semen Padang, kata Pri, perjuangan masa kini diwujudkan melalui upaya menjaga, mempertahankan, dan mengembangkan perusahaan.

“Bagi kita, insan PT Semen Padang, medan perjuangan itu adalah menjaga, mempertahankan, dan membesarkan perusahaan yang kita cintai. Kita bukan sekadar berbicara tentang pabrik, produksi, penjualan, atau target RKAP,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap insan perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan PT Semen Padang terus berkembang, memiliki kondisi bisnis yang sehat, mampu bersaing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, rasa memiliki terhadap perusahaan perlu terus diperkuat.

Pri juga mengingatkan bahwa PT Semen Padang bukan hanya sebuah perusahaan yang bergerak di sektor bisnis. Berdiri sejak 1910, perusahaan tersebut dikenal sebagai pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara serta menjadi bagian dari sejarah industri nasional.

Perjalanan lebih dari satu abad membuat PT Semen Padang melewati berbagai perubahan, mulai dari dinamika ekonomi, krisis, pandemi, hingga transformasi perusahaan. Kemampuan melewati berbagai periode tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki pengalaman, aset, fondasi, dan sumber daya manusia yang menjadi modal penting untuk menghadapi masa depan.

Menurut Pri, perubahan tidak seharusnya menjadi sesuatu yang ditakuti. Persaingan industri semen yang semakin ketat, kemajuan teknologi, serta perubahan kebutuhan konsumen harus dihadapi melalui inovasi dan kemampuan beradaptasi.

“Kita memiliki sejarah panjang, pengalaman, aset, dan sumber daya manusia yang kuat. Yang paling penting, kita memiliki semangat untuk terus berjuang, menghadapi tantangan, dan bangkit bersama,” katanya.

Drama Perjuangan Turut Meriahkan Upacara

Suasana peringatan HUT ke-81 RI semakin semarak dengan pertunjukan drama teatrikal dari Semen Padang School. Para pelajar membawakan cerita mengenai perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pertunjukan yang dikemas melalui dialog, gerakan, dan adegan perjuangan tersebut mengajak peserta mengenang kembali pengorbanan para pendahulu bangsa. Selain memberikan hiburan, drama itu menyampaikan pesan mengenai patriotisme, keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Kemeriahan juga hadir melalui anak-anak TK Semen Padang yang mengenakan pakaian adat Minangkabau. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri sekaligus sarana memperkenalkan budaya lokal dan nilai kebangsaan kepada generasi sejak usia dini.

SPORTALYMPIC 2026 Ditutup

Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di PT Semen Padang turut diisi dengan penutupan SPORTALYMPIC PT Semen Padang 2026. Ajang tersebut menjadi puncak kompetisi olahraga antarkontingen di lingkungan perusahaan.

Pri memberikan penghargaan kepada panitia, peserta, pendukung, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPORTALYMPIC 2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan atau siapa yang menjadi juara, tetapi juga oleh tumbuhnya kebersamaan, sportivitas, kekompakan, dan semangat gotong royong.

Ia mengucapkan selamat kepada kontingen yang berhasil menjadi juara umum dan mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi dengan semangat sportif.

Pri berharap semangat positif selama SPORTALYMPIC dapat diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari. Kekompakan yang terbentuk melalui kegiatan olahraga diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kolaborasi dan menghadapi berbagai persoalan perusahaan secara bersama-sama.

Ia juga menyerukan agar seluruh karyawan terus menjaga persatuan. Dengan kebersamaan yang kuat, PT Semen Padang diharapkan mampu bergerak lebih cepat dan berkembang menjadi perusahaan yang semakin tangguh.

Lomba Kemerdekaan dan Aksi Solidaritas

Setelah upacara dan penutupan SPORTALYMPIC, perayaan HUT ke-81 RI dilanjutkan dengan berbagai permainan khas kemerdekaan di Lapangan Cubadak, Indarung.

Karyawan PT Semen Padang, APLP, serta anggota FKIKSP mengikuti sejumlah perlombaan, di antaranya goyang bola, menyusun puzzle, dan lempar bola. Berbagai permainan tersebut berlangsung dengan antusias dan menjadi sarana mempererat hubungan antarkaryawan.

Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti mengheningkan cipta dan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian serta solidaritas kepada masyarakat yang tengah terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update