![]() |
| Walikota Padang, Fadly Amran, Wawako, Magus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, bersama wakil ketua dalam rapat paripurna istimewa memperingati HJK Padang ke-357, Jumat (7/8/2026). |
PADANG — Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tidak sekadar menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan.
Di tengah rangkaian bencana yang masih membayangi kota, DPRD Kota Padang justru mendorong pemerintah memperkuat langkah nyata dalam menghadapi persoalan banjir dan berbagai persoalan perkotaan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, dalam rapat paripurna istimewa memperingati HJK Padang ke-357, Jumat (7/8/2026).
Menurut Muharlion, semangat perjuangan masyarakat Padang pada masa lalu harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk menghadapi tantangan kota, termasuk bencana yang terus berulang.
Jika dahulu masyarakat Padang berjuang menghadapi penjajahan, kini perjuangan itu dapat dimaknai sebagai upaya bersama untuk bangkit dari berbagai bencana dan persoalan perkotaan.
"Kita wajib bersyukur serta menjadikan hari jadi kota sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi setiap detik perjuangan daerah ini dengan karya, prestasi dan kreativitas yang tinggi demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan Kota Padang yang lebih baik," kata Muharlion.
Ia mengingatkan, peringatan HJK berangkat dari peristiwa heroik masyarakat Padang melawan penjajahan. Penyerbuan terhadap loji-loji, gudang dan benteng Belanda pada 7 Agustus 1669 menjadi salah satu tonggak sejarah yang kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Padang.
Muharlion menjelaskan, penyerbuan pertama dilakukan pasukan dari Pauh dan Koto Tangah dengan dukungan masyarakat. Peristiwa tersebut menimbulkan korban dari kedua belah pihak sekaligus menyebabkan kerugian besar bagi pemerintah Belanda.
![]() |
| Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, serahkan penghargaanpada David Wewe. |
"Momentum penyerangan pertama 7 Agustus kemudian kita peringati sebagai Hari Jadi Kota Padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini," ujarnya.
Namun, menurut Muharlion, semangat para pendahulu tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk keberanian menghadapi persoalan Kota Padang hari ini.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah bencana banjir. Peringatan HJK tahun ini berlangsung tidak lama setelah banjir kembali melanda sejumlah wilayah Kota Padang. Sebelumnya, kota tersebut juga menghadapi banjir bandang pada tahun lalu.
Kondisi itu, kata Muharlion, harus menjadi bahan evaluasi serius. Penanganan banjir tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi membutuhkan perencanaan pengendalian yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Selain banjir, ia menyoroti tantangan urbanisasi, pencemaran lingkungan, serta persoalan pengelolaan sampah. Persoalan sosial seperti narkoba dan tawuran juga dinilai membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.
"Perencanaan pengendalian banjir harus disusun secara menyeluruh. Di samping itu, layanan pengelolaan sampah dan penanganan berbagai persoalan sosial juga harus terus diperkuat," ujarnya.
Muharlion menilai pembangunan kota ke depan tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga kemampuan pemerintah menggali sumber pendapatan secara mandiri.
Ia menyoroti kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini baru sekitar 29 persen dari total anggaran. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih besarnya potensi daerah yang dapat digali untuk memperkuat kemampuan fiskal Kota Padang.
"Potensi PAD masih besar dan perlu digali lebih maksimal untuk mendukung pembangunan kota secara mandiri," katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, keberagaman budaya, suku dan agama yang dimiliki Kota Padang disebut sebagai modal sosial penting. Dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat, Padang diharapkan mampu bangkit dan bergerak menuju kota yang lebih maju, sejahtera dan tangguh menghadapi bencana.
![]() |
| Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menerima penghargaan. |
Penghargaan untuk Ketua PWI Sumbar
Dalam rangkaian rapat paripurna HJK ke-357 tersebut, DPRD Kota Padang juga menyerahkan penghargaan kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies.
Penghargaan berupa PIN Emas dan Piagam Penghargaan bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi itu diserahkan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Widya Navies dalam mendukung kemajuan komunikasi publik, penyebarluasan informasi berkualitas, serta penguatan ekosistem pers di Kota Padang dan Sumatera Barat.
"Ini adalah bentuk apresiasi Pemko Padang. Dan kami sebagai pimpinan DPRD mewakili Wali Kota Padang menyerahkan penghargaan ini," kata Mastilizal Aye.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HJK Padang ke-357 yang berlangsung 6-10 Agustus 2026. Selain Widya Navies, Pemko Padang juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh, instansi, organisasi, pelaku usaha dan elemen masyarakat yang dinilai memberikan kontribusi terhadap pembangunan kota.
Di usia ke-357, pesan yang mengemuka bukan sekadar mengenang keberanian para pendahulu. Kota Padang juga dituntut memiliki keberanian yang sama untuk membenahi persoalan hari ini, terutama memastikan banjir dan bencana tidak terus menjadi persoalan yang berulang setiap tahun. (adv)




