Jakarta, Rakyatterkini.com - Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 17.58 WIB.
Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang menjulang sekitar 600 meter dari puncak gunung.
Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian, tinggi kolom abu diperkirakan mencapai 4.276 meter di atas permukaan laut. Asap letusan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah barat laut.
Badan Geologi dalam keterangannya menyebutkan bahwa erupsi Gunung Semeru terjadi pada Rabu sore dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam oleh alat seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi letusan sekitar 100 detik.
Hingga kini belum ada informasi mengenai dampak erupsi terhadap permukiman warga maupun aktivitas masyarakat di sekitar kawasan gunung. Meski demikian, masyarakat diminta tetap mematuhi seluruh imbauan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
PVMBG mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki area dalam radius lima kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran material pijar. Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, aliran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui sungai maupun lembah berhulu di Gunung Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.(da*)


