Notification

×

Iklan

Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Meletus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB Last Updated 2026-08-02T13:47:00Z

Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Minggu (2/8/2026).

Jakarta, Rakyatterkini.com - Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meletus pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.12 WITA. 

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.

PVMBG menjelaskan, abu vulkanik berwarna kelabu dengan ketebalan tinggi bergerak ke arah barat hingga barat laut. Aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 18,5 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 2 menit 27 detik.

Dalam keterangannya, PVMBG menyebutkan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut. Hingga kini, status Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada Level III atau Siaga.

Seiring kondisi tersebut, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Selain ancaman erupsi, PVMBG mengingatkan adanya potensi banjir lahar hujan apabila turun hujan dengan intensitas tinggi. Risiko tersebut dapat terjadi di sungai-sungai yang berhulu di kawasan puncak gunung, terutama yang melintasi wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Bagi masyarakat yang berada di daerah terdampak hujan abu, PVMBG menyarankan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, khususnya gangguan pada saluran pernapasan.

PVMBG juga meminta pemerintah daerah terus menjalin koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung guna memantau perkembangan aktivitas gunung secara berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update