Jakarta, Rakyatterkini.com – Aktivitas gempa susulan masih mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (25/8/2026), jumlah gempa susulan telah mencapai 7.029 kali.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan rangkaian gempa susulan tersebut masih berpotensi terjadi selama beberapa pekan ke depan.
“Pola gempa susulan ini diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama,” kata Berton, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), magnitudo gempa susulan bervariasi. Gempa terkuat tercatat mencapai Magnitudo 6,2, sedangkan yang paling kecil berkekuatan Magnitudo 1,1.
Berton menjelaskan, gempa susulan tidak selalu terjadi dalam jumlah yang sama setiap harinya. Dalam kondisi tertentu, ratusan gempa dapat tercatat dalam waktu 24 jam.
Sebagai gambaran, pada Senin (24/8/2026) saja BMKG mencatat sebanyak 141 kejadian gempa susulan di wilayah terdampak.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari bencana gempa tersebut hingga Selasa (25/8/2026) tercatat sebanyak 103 orang.(da*)


