Notification

×

Iklan

Gas Metan TPA Aia Dingin Dikaji Jadi Listrik

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB Last Updated 2026-08-13T15:14:00Z

TPA Aia Dingin Tampung 600-700 Ton Sampah per Hari

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang mulai menjajaki pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aia Dingin sebagai sumber energi listrik. Rencana tersebut dibahas melalui kerja sama dengan pihak Korea Selatan, termasuk Korea Environmental Industry and Technology Institute (KEITI).

Penjajakan ditandai dengan kunjungan Chief Representative KEITI Indonesia, Kang Min Soo, bersama delegasi lingkungan hidup Korea Selatan dan perwakilan Konsulat Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Sumatera ke TPA Aia Dingin, Rabu (12/8/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung sejumlah sel sampah yang sudah tidak lagi digunakan. Area tersebut diperkirakan masih menghasilkan gas metan yang berpotensi diolah menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Kepala UPTD TPA dan IPLT Aia Dingin, Syahrial, menjelaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian teknis. Sampai saat ini belum ditentukan waktu pelaksanaan proyek pengolahan sampah menjadi energi tersebut.

Syahrial mengatakan, kedatangan tim dari Korea Selatan bertujuan melihat secara langsung kondisi sel-sel sampah yang sudah tidak aktif sekaligus mengukur peluang pemanfaatan gas metan yang dihasilkan.

Berdasarkan peninjauan awal, terdapat potensi gas metan yang dapat dikembangkan menjadi energi listrik. Apabila proyek tersebut nantinya terealisasi, listrik yang dihasilkan direncanakan dapat disalurkan ke jaringan PLN.

Saat ini, TPA Aia Dingin menampung sekitar 600 hingga 700 ton sampah setiap hari. Pengolahan sampah yang telah berjalan masih terbatas, di antaranya memanfaatkan sebagian sampah sebagai bahan pakan ternak dan mengolah sampah organik menjadi kompos.

Besarnya volume sampah tersebut dinilai membuka peluang untuk menerapkan teknologi pengelolaan limbah yang lebih produktif. Selain mengurangi timbunan sampah, teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus sumber energi alternatif.

Pengelola TPA Aia Dingin menyambut baik rencana kerja sama dengan Korea Selatan. Mereka berharap penjajakan tersebut dapat menarik lebih banyak investor untuk mengembangkan sektor pengolahan dan pemanfaatan sampah di Kota Padang.

Meski demikian, rencana pembangunan pembangkit berbasis gas metan masih membutuhkan kajian lanjutan. Beberapa aspek yang harus dipastikan meliputi ketersediaan gas, teknologi yang tepat, kelayakan investasi, hingga mekanisme penyaluran energi listrik.

Jika hasil kajian menyatakan proyek tersebut layak dan kerja sama dapat diwujudkan, pemanfaatan gas metan dari TPA Aia Dingin dapat menjadi langkah baru bagi Kota Padang dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis energi serta meningkatkan nilai manfaat dari limbah yang selama ini hanya berakhir di tempat pemrosesan akhir.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update