Notification

×

Iklan

FKIKSP Bekali UMKM dengan Pemasaran Berbasis AI

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:22 WIB Last Updated 2026-08-13T04:22:00Z

FKIK Semen Padang Bekali 30 Pelaku UMKM Strategi Pemasaran Digital Berbasis AI

Padang, Rakyatterkini.com – Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di lingkungan anggotanya. Upaya tersebut dilakukan agar para pelaku usaha mampu mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pesatnya transformasi digital.

Setelah sebelumnya mendorong penguatan legalitas dan mutu produk, FKIKSP kini memberikan pelatihan pemasaran digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti kegiatan bertajuk “Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery” yang berlangsung pada 5-6 Agustus 2026.

Pelatihan tersebut menghadirkan praktisi digital marketing Arizi Utama sebagai pemateri. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, fesyen, dan kerajinan.

Kegiatan ini juga dihadiri Penasihat FKIKSP, Nilda Pri Gustari Akbar. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap program peningkatan kemampuan anggota FKIKSP yang menjalankan usaha agar lebih siap menghadapi perubahan pola bisnis dan perilaku konsumen di era digital.

Nilda menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang diberikan kepada istri karyawan PT Semen Padang yang memiliki usaha. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan, kemandirian, serta daya saing UMKM melalui penguasaan teknologi.

Menurut Nilda, pembinaan dilakukan secara bertahap. FKIKSP tidak hanya memberikan perhatian terhadap pengembangan pemasaran, tetapi juga membantu anggota membangun fondasi usaha yang lebih kuat.

Pada tahun sebelumnya, misalnya, FKIKSP telah mendampingi anggota dalam memenuhi sejumlah persyaratan legalitas usaha. Di antaranya melalui pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), serta sertifikasi halal.

Para pelaku UMKM juga memperoleh pelatihan fotografi produk sehingga mampu menghasilkan materi visual yang lebih menarik untuk menunjang promosi. Tahun ini, pembinaan diarahkan pada peningkatan kemampuan pemasaran digital, terutama penggunaan AI dalam pembuatan konten dan pemanfaatan TikTok Live untuk mendukung aktivitas penjualan.

Nilda menilai penguasaan teknologi digital menjadi semakin penting bagi pelaku UMKM. Perkembangan teknologi yang cepat membuat pelaku usaha dituntut untuk terus beradaptasi agar mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat membantu UMKM anggota FKIKSP meningkatkan nilai produk, memperluas pasar, membangun citra merek, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.

“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Meski begitu, strategi pemasaran secara langsung dan melalui kanal digital tetap perlu dijalankan secara beriringan,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha diharapkan tetap mampu mempertahankan pelanggan yang sudah ada sekaligus mendapatkan konsumen baru melalui media sosial dan berbagai platform perdagangan elektronik.

Sementara itu, Arizi Utama menyampaikan bahwa kekuatan identitas merek merupakan salah satu unsur penting dalam membangun pemasaran. Menurutnya, produk harus mempunyai karakter yang jelas sehingga mudah dikenali dan memiliki pembeda dibandingkan produk sejenis.

Ia juga mengingatkan agar media sosial tidak hanya digunakan sebagai tempat memajang foto produk. Pengelolaannya perlu dilakukan secara konsisten dengan menghadirkan konten yang informatif, membangun kedekatan dengan audiens, serta mampu mendorong konsumen untuk melakukan pembelian.

“Konten yang dibuat harus mempunyai tujuan. Tidak cukup hanya memperkenalkan produk, tetapi juga harus mampu membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon pelanggan,” kata Arizi.

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan dengan berbagai penggunaan AI untuk mendukung aktivitas pemasaran. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menemukan ide konten, menyusun konsep promosi, membuat naskah pemasaran, menyusun jadwal publikasi, hingga menyesuaikan materi promosi dengan karakter calon konsumen.

Namun, Arizi menekankan bahwa AI hanyalah alat bantu. Pelaku UMKM tetap harus memahami produk yang dijual dan kebutuhan konsumennya. Hasil yang dibuat menggunakan teknologi tersebut perlu disesuaikan agar tetap akurat, relevan, memiliki unsur personal, dan tidak menghilangkan karakter merek.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan materi yang mencakup strategi pemasaran digital, penguatan branding, pengelolaan media sosial, hingga pembuatan konten menggunakan AI. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai cara membangun komunikasi yang dapat meningkatkan interaksi dan kepercayaan pelanggan.

Tidak berhenti pada teori, peserta turut melakukan praktik penjualan secara langsung melalui platform digital, khususnya TikTok Live. Mereka juga mempelajari perilaku konsumen di ruang digital sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan media promosi, menyusun pesan pemasaran, dan membangun komunikasi dengan pelanggan.

Salah seorang peserta dari bidang kuliner mengatakan kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya. Ia mengaku menjadi lebih memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk membuat konten promosi secara lebih cepat dan menarik.

Selain itu, pelatihan juga membuat peserta lebih percaya diri untuk memanfaatkan TikTok Live dan berbagai platform digital lainnya sebagai saluran pemasaran.

Melalui kegiatan tersebut, FKIKSP berharap para istri karyawan yang menjalankan UMKM semakin siap menghadapi perubahan pola bisnis di era digital. Penguasaan teknologi diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat posisi usaha dalam menghadapi persaingan.

Penguatan kapasitas UMKM juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian keluarga. Jika dikelola secara profesional, usaha yang dijalankan anggota FKIKSP berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan, sekaligus membuka kesempatan bagi terciptanya usaha dan lapangan kerja baru.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten, FKIKSP menargetkan UMKM anggotanya tidak hanya berkembang dari sisi skala usaha, tetapi juga mampu menjadi bisnis yang mandiri, kreatif, inovatif, dan kompetitif. Ke depan, UMKM binaan diharapkan mampu memperluas pemasaran dari tingkat lokal menuju pasar nasional dan secara bertahap memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update