Notification

×

Iklan

FKIKSP Bekali UMKM dengan Pemasaran Berbasis AI

Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:47 WIB Last Updated 2026-08-12T21:47:00Z

FKIK Semen Padang Bekali 30 Pelaku UMKM Strategi Pemasaran Digital Berbasis AI

Padang, Rakyatterkini.com – Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) terus memperkuat pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari lingkungan anggotanya. Upaya tersebut dilakukan agar para pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas bisnis sekaligus menghadapi persaingan yang semakin berkembang di tengah transformasi digital.

Setelah sebelumnya mendorong penguatan legalitas dan mutu produk, FKIKSP kini memberikan pelatihan pemasaran digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti kegiatan bertajuk “Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery” yang berlangsung pada 5-6 Agustus 2026.

Pelatihan menghadirkan praktisi digital marketing Arizi Utama sebagai pemateri. Pesertanya berasal dari beragam sektor usaha, di antaranya kuliner, fesyen, serta kerajinan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Penasihat FKIKSP Nilda Pri Gustari Akbar. Kehadiran istri Direktur Utama PT Semen Padang itu menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kemampuan pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus menangkap peluang pasar digital.

Nilda menjelaskan, pelatihan merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang ditujukan bagi istri karyawan PT Semen Padang yang menjalankan usaha. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas, kemandirian, dan daya saing UMKM di tengah perubahan teknologi serta pola konsumsi masyarakat.

Menurut Nilda, pembinaan UMKM oleh FKIKSP dilakukan secara bertahap. Program dimulai dari membangun fondasi usaha, kemudian dilanjutkan dengan upaya memperluas pasar.

Pada tahun sebelumnya, FKIKSP telah membantu anggota dalam memenuhi sejumlah persyaratan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi halal. Para pelaku usaha juga mendapatkan pelatihan fotografi produk untuk meningkatkan kualitas materi visual yang digunakan dalam promosi.

“Pada tahun ini, pembinaan dilanjutkan dengan penguatan kemampuan pemasaran digital. Fokusnya adalah memanfaatkan AI untuk membuat materi promosi dan mengoptimalkan TikTok Live sebagai media pemasaran sekaligus penjualan langsung,” ujar Nilda.

Ia berharap penguasaan teknologi dapat membantu UMKM anggota FKIKSP menjangkau konsumen yang lebih luas, meningkatkan nilai produk, serta membangun usaha yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan media digital, termasuk AI, kini semakin penting bagi pelaku UMKM.

Nilda menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi membuat pelaku usaha harus terus beradaptasi dan mencari metode baru dalam menjangkau pelanggan. Pemasaran digital tidak hanya membantu memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing, membangun identitas merek, dan memperkuat kepercayaan konsumen.

Ia juga menekankan bahwa digitalisasi tidak seharusnya menghilangkan pemasaran konvensional. Menurutnya, strategi daring dan luring perlu dijalankan secara bersamaan agar pelaku UMKM tetap dapat mempertahankan pelanggan lama sekaligus memperoleh konsumen baru melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik.

Sementara itu, Arizi Utama menyampaikan bahwa identitas merek menjadi salah satu unsur utama yang harus diperhatikan dalam strategi pemasaran. Produk perlu memiliki karakter yang kuat sehingga mudah dikenali dan memiliki pembeda dibandingkan barang sejenis.

Ia juga mengingatkan agar media sosial tidak hanya digunakan sebagai tempat memajang foto produk. Pengelolaannya harus memiliki perencanaan dan dilakukan secara konsisten. Konten yang dibuat idealnya mampu memberikan informasi, membangun hubungan dengan audiens, serta mendorong konsumen untuk melakukan pembelian.

“Konten harus memiliki tujuan yang jelas. Tidak cukup hanya mengenalkan produk, tetapi juga perlu membangun hubungan serta kepercayaan dengan calon pelanggan,” kata Arizi.

Dalam sesi pelatihan, Arizi memperkenalkan berbagai penggunaan AI untuk membantu mempercepat pembuatan materi pemasaran. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menemukan ide konten, menyusun konsep promosi, membuat naskah, menyusun kalender konten, hingga menyesuaikan materi pemasaran dengan karakter calon konsumen.

Meski menawarkan berbagai kemudahan, Arizi mengingatkan bahwa AI tetap harus digunakan secara bijak. Pelaku usaha perlu memahami karakter produknya dan kebutuhan pelanggan agar hasil yang dibuat dengan bantuan teknologi tetap relevan, akurat, personal, serta sesuai dengan identitas merek.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran digital, penguatan branding, pengelolaan media sosial, hingga penggunaan AI dalam menghasilkan konten promosi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan penjualan secara langsung melalui platform digital, khususnya TikTok Live. Selain itu, mereka dibekali pemahaman mengenai cara membangun komunikasi dan kepercayaan konsumen melalui pemasaran berbasis digital.

Pemahaman terhadap perilaku konsumen juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Peserta diarahkan untuk mengenali kebutuhan dan karakter calon pelanggan sehingga pemilihan platform, materi promosi, serta pola komunikasi dapat disusun secara lebih tepat.

Salah seorang peserta yang bergerak di bidang kuliner menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru yang bisa langsung diterapkan. Ia mengaku memperoleh pemahaman mengenai cara menggunakan AI untuk membuat konten promosi secara lebih cepat dan menarik. Pelatihan tersebut juga meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mulai memanfaatkan TikTok Live dan berbagai platform digital lainnya sebagai sarana penjualan.

Melalui kegiatan tersebut, FKIKSP berharap para istri karyawan yang menjalankan UMKM semakin siap mengikuti perkembangan ekonomi digital. Penguasaan teknologi diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat posisi usaha dalam menghadapi persaingan.

Peningkatan keterampilan dan kemandirian pelaku UMKM juga diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian keluarga. Jika dikelola secara konsisten, usaha yang dijalankan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan baru.

FKIKSP pun berkomitmen melanjutkan pembinaan secara konsisten agar UMKM anggotanya tidak hanya mampu berkembang, tetapi juga menjadi usaha yang mandiri, kreatif, inovatif, dan kompetitif. Dalam jangka panjang, UMKM binaan diharapkan dapat memperluas pemasaran dari tingkat daerah ke pasar nasional, bahkan memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update