Jakarta, Rakyatterkini.com – Kecelakaan yang melibatkan dua truk terjadi di Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026) dini hari. Insiden tersebut membuat sebuah truk pengangkut rongsokan terguling setelah bertabrakan dengan truk kontainer. Muatan limbah yang dibawanya kemudian berserakan dan menutup sebagian besar ruas jalan.
Peristiwa itu terjadi ketika kedua kendaraan sama-sama melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, pengemudi truk kontainer dilaporkan mengalami luka ringan.
Dugaan sementara, kecelakaan bermula ketika truk bermuatan rongsokan berpindah lajur tanpa sempat diantisipasi oleh pengemudi truk kontainer yang berada di lajur sebelahnya.
Truk rongsokan bernomor polisi B 9963 UYY sebelumnya melaju di lajur satu. Ketika tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut berpindah ke lajur dua. Pada waktu yang hampir bersamaan, truk kontainer bernomor polisi B 9842 SO melintas di lajur tersebut dengan jarak yang cukup dekat.
Pengemudi truk kontainer diduga tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari kendaraan yang berpindah lajur sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindarkan.
Akibat benturan, truk pengangkut rongsokan kehilangan kendali dan terguling di tengah jalan. Sedangkan truk kontainer terdorong hingga masuk ke parit yang berada di sisi jalan tol.
Muatan rongsokan berupa limbah kemudian tercecer dan menutupi lajur satu, lajur dua, serta bahu jalan. Kondisi tersebut mengakibatkan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang.
Kanit PJR Tol Cipularang, Iptu Kosim, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kecelakaan tersebut. Berdasarkan keterangan awal dari masyarakat dan pemeriksaan di lokasi, kecelakaan diduga berkaitan dengan perpindahan lajur truk rongsokan.
"Sementara masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan informasi masyarakat, kendaraan kontainer berada di lajur dua, kemudian truk bermuatan rongsok berpindah dari lajur satu ke lajur dua hingga akhirnya terjadi tabrakan. Muatan tumpah ke lajur satu, lajur dua, dan bahu jalan," ujar Kosim, Sabtu (22/8/2026).
Sementara itu, pengemudi truk rongsokan bernama Nanang mengatakan dirinya sebelumnya sedang menyalip kendaraan Fuso yang berjalan lambat. Setelah mendahului, ia mengaku kembali ke lajur kiri.
Nanang menyebut dirinya tidak melihat adanya kendaraan dari belakang melalui spion sebelum berpindah lajur. Ia juga mengatakan truk yang dikemudikannya kemudian ditabrak hingga oleng dan sulit dikendalikan.
"Saya sedang menyalip Fuso yang pelan, kemudian kembali ke lajur kiri. Saya tidak melihat di spion dan merasa kondisi aman. Setelah itu kendaraan ditabrak dari arah bahu jalan hingga oleng dan setir tidak bisa dikendalikan. Saya membawa limbah dari Cimahi menuju Jakarta," katanya.
Petugas kepolisian dan pengelola tol langsung melakukan evakuasi terhadap kedua kendaraan. Selain itu, petugas membersihkan material rongsokan yang berserakan di badan jalan agar arus lalu lintas dapat kembali normal.
Penanganan kecelakaan dan proses pembersihan muatan sempat membuat lalu lintas Tol Cipularang arah Bandung-Jakarta mengalami kepadatan panjang. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti serta kronologi lengkap kecelakaan tersebut.(da*)


