Notification

×

Iklan

DEN Tinjau Teknologi Pemanfaatan Panas Buang di Pabrik Semen Padang

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 01:46 WIB Last Updated 2026-08-28T22:28:29Z

Kunjungan Dewan Energi Nasional (DEN) RI ke PT Semen Padang


Padang, Rakyatterkini.com – Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia mengunjungi PT Semen Padang pada Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penggunaan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yang diterapkan di Pabrik Indarung V.

Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah DEN dalam melihat penerapan efisiensi energi di sektor industri. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong penggunaan teknologi yang mampu mengoptimalkan sumber energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Anggota DEN RI Satya Widya Yudha hadir bersama Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sumartono. Kedatangan mereka disambut Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan Idris, serta Kepala Unit Tenaga & Utilitas Harri Kurniawan.

Dalam kesempatan itu, pihak PT Semen Padang menjelaskan penerapan WHRPG sekaligus manfaat yang dihasilkan teknologi tersebut bagi kegiatan produksi. Sistem ini telah dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik dalam proses produksi semen di Pabrik Indarung V.

Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa mengapresiasi kunjungan DEN. Ia menyebut kehadiran lembaga tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi sekaligus membuka kemungkinan kerja sama dalam pengembangan efisiensi energi di sektor industri.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dewan Energi Nasional ke PT Semen Padang, khususnya dalam rangka peninjauan WHRPG di Pabrik Indarung V,” ujar Andria.

Ia menerangkan bahwa WHRPG merupakan teknologi konservasi energi yang bekerja dengan memanfaatkan panas sisa dari proses produksi untuk kemudian diubah menjadi energi listrik. Penerapan teknologi ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mengoptimalkan energi dan meningkatkan efisiensi operasional.

Di Indarung V, sumber panas yang digunakan sistem WHRPG berasal dari dua bagian proses produksi, yakni suspension preheater dan clinker cooler. Panas yang sebelumnya berpotensi terbuang tersebut dimanfaatkan dan dikonversi menjadi listrik untuk menunjang kegiatan operasional pabrik.

Pengembangan WHRPG di PT Semen Padang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Jepang melalui New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). Kerja sama tersebut telah berlangsung sejak 2011 dan diarahkan untuk mendukung penerapan teknologi efisiensi energi di sektor industri.

Andria menjelaskan, keberadaan WHRPG mampu mengurangi kebutuhan listrik yang harus dipasok dari sumber eksternal. Saat ini, kebutuhan listrik Pabrik Indarung V berada di sekitar 34,8 megawatt (MW), sementara WHRPG dapat menghasilkan listrik sekitar 5-6 MW.

Artinya, teknologi tersebut mampu menyumbang sekitar 14,4-17,2 persen dari total kebutuhan listrik pabrik. Apabila WHRPG dapat bekerja secara optimal hingga kapasitas maksimal 8,5 MW, kontribusinya bahkan berpotensi mencapai 24,4 persen.

“Ini tentunya memberikan manfaat yang cukup besar bagi operasional perusahaan, terutama dalam mendukung efisiensi penggunaan energi. Kami terus berupaya agar pemanfaatan energi di lingkungan PT Semen Padang semakin optimal,” tuturnya.

Menurut Andria, efisiensi energi bukan sekadar persoalan mengurangi pemakaian listrik. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memperkuat daya saing industri.

Karena itu, PT Semen Padang terus memperhatikan berbagai peluang untuk mengembangkan dan mengoptimalkan teknologi yang berkaitan dengan energi. Ia berharap hasil diskusi bersama DEN dapat membuka peluang baru bagi peningkatan efisiensi energi di lingkungan perusahaan.

“Kami berharap dari diskusi dan pertemuan ini ada peluang yang bisa dimanfaatkan. PT Semen Padang tentunya mendukung berbagai upaya efisiensi energi,” katanya.

Di sisi lain, Anggota DEN RI Satya Widya Yudha mengapresiasi sambutan yang diberikan jajaran manajemen PT Semen Padang. Menurutnya, pemanfaatan panas sisa produksi sebagai sumber pembangkit listrik merupakan langkah yang positif dalam mendukung ketahanan energi.

Satya menilai efisiensi energi pada sektor industri memiliki posisi penting dalam agenda energi nasional. Selain membantu perusahaan mengelola biaya dan meningkatkan efektivitas operasional, langkah tersebut juga berperan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi.

“Terima kasih atas sambutan dari manajemen PT Semen Padang. Ini merupakan hal yang baik dalam mendukung ketahanan energi,” kata Satya.

Ia berharap PT Semen Padang terus meningkatkan inovasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi energi. Dengan demikian, kontribusi perusahaan terhadap efisiensi energi sekaligus ketahanan energi nasional dapat semakin kuat.

“Semoga PT Semen Padang semakin maju ke depannya,” ujarnya.

Kunjungan DEN juga menunjukkan pentingnya kerja sama pemerintah dengan sektor industri dalam mengembangkan teknologi yang mampu menghasilkan penggunaan energi yang lebih efisien.

Bagi PT Semen Padang, optimalisasi WHRPG menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya terbuang agar dapat kembali digunakan secara produktif. Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan operasional.

Seiring meningkatnya kebutuhan energi di sektor industri, teknologi pemanfaatan panas buang seperti WHRPG dinilai semakin penting. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik dari luar, teknologi ini memungkinkan panas sisa produksi dimanfaatkan kembali sehingga menghasilkan nilai tambah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah PT Semen Padang dalam meningkatkan efisiensi melalui inovasi teknologi. Pada saat yang sama, perusahaan turut mendukung upaya nasional dalam mewujudkan ketahanan energi secara berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update