Notification

×

Iklan

Bupati Padang Pariaman Ajukan Pembangunan Pustu ke Menkes

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:15 WIB Last Updated 2026-08-03T13:34:10Z

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis serahkan proposal.

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajukan proposal pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pelayanan kesehatan dasar di daerah.

Proposal tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, kepada Menteri Kesehatan RI saat menghadiri kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskuler Pediatrik yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Acara itu turut dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan, Gubernur Sumatera Barat, pejabat Kementerian Kesehatan, para kepala daerah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, serta para direktur rumah sakit di wilayah tersebut. 

John Kenedy Azis menjelaskan pembangunan Puskesmas Pembantu menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke tingkat nagari. 

Dengan tersedianya fasilitas kesehatan yang lebih dekat, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen menghadirkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah pusat dinilai sangat penting agar sarana dan prasarana kesehatan dasar semakin memadai serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan infrastruktur kesehatan juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan bagi kelompok rentan, terutama ibu, bayi, dan anak yang memerlukan perhatian khusus.

Sementara itu, kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskuler Pediatrik merupakan program peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendampingan langsung dari para ahli dalam menangani penyakit jantung bawaan pada anak. 

Selain meningkatkan kemampuan tenaga medis, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman klinis, memperkuat sistem rujukan, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kardiovaskular pediatrik.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, selama periode Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 2.842 kelahiran bayi. Dari jumlah tersebut, lima bayi didiagnosis menderita penyakit jantung bawaan. 

Meski jumlah kasusnya tidak banyak, kondisi tersebut membutuhkan deteksi sejak dini, penanganan yang cepat, serta sistem rujukan yang efektif agar peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien dapat meningkat.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menilai penguatan fasilitas kesehatan dasar menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari layanan primer hingga rumah sakit rujukan. 

Keikutsertaan dalam forum nasional ini juga menjadi upaya mempererat kerja sama dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan spesialistik, termasuk penanganan penyakit jantung bawaan pada anak. (suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update