Notification

×

Iklan

Bukan Sekadar Pameran, Wabup Ahmad Fadly Dorong AOE 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi ke Tanah Datar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB Last Updated 2026-08-28T01:30:00Z

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, ketika menghadiri pembukaan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Convention Center BSD, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).

Tanah Datar, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tidak ingin keikutsertaan dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 hanya sebagai ajang memamerkan produk unggulan daerah. 

Momentum tersebut harus mampu membuka peluang investasi, memperluas pasar, sekaligus melahirkan kerja sama nyata yang berdampak bagi perekonomian masyarakat.

Itu dikatakan Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, ketika menghadiri pembukaan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Convention Center BSD, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).

“AOE tidak hanya sekadar seremonial. Kita harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan potensi Tanah Datar, membangun jejaring dengan dunia usaha, sekaligus menggaet investor agar mau berinvestasi di Tanah Datar,” ujar Ahmad Fadly.

Ia mengatakan, Tanah Datar memiliki berbagai potensi investasi yang layak dikembangkan, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, UMKM, perdagangan hingga berbagai produk unggulan daerah. 
Potensi tersebut perlu dikemas menjadi peluang investasi yang menarik, didukung informasi yang jelas serta kemudahan pelayanan bagi calon investor.

Untuk itu, Ahmad Fadly meminta perangkat daerah terkait tidak berhenti setelah mengikuti AOE. Setiap peluang dan jejaring yang diperoleh selama expo harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, mulai dari mendata calon investor dan mitra potensial, melakukan komunikasi lanjutan, menyiapkan profil serta proposal investasi, hingga mengawal proses perizinan dan realisasi kerja sama.

“Setelah expo ini, jangan sampai komunikasi dengan calon investor terputus. Apa yang sudah kita dapatkan harus ditindaklanjuti. Kita petakan siapa yang potensial, kita komunikasikan kembali, kita siapkan peluang investasinya dan kita kawal sampai terealisasi,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan keikutsertaan Tanah Datar pada AOE bukan diukur dari seberapa meriah penampilan di arena expo, tetapi dari seberapa banyak jejaring yang terbentuk, peluang usaha yang terbuka, transaksi yang dihasilkan, serta investasi yang benar-benar masuk ke Tanah Datar.

Ahmad Fadly berharap momentum AOE 2026 menjadi pintu masuk bagi Tanah Datar untuk memperluas jejaring ekonomi dan menarik investasi baru yang mampu menggerakkan sektor-sektor unggulan daerah.

Pemerintah daerah didorong memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan berbagai potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan melalui perencanaan yang matang, kolaborasi antar daerah, kerja sama pendanaan, investasi, serta inovasi.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto ketika membuka secara resmi ivent AOE tersebut mengatakan keberhasilan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak. Hari ini yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan energi bersama antar daerah.

Ia menegaskan, expo daerah tidak boleh hanya menjadi ajang pameran maupun kegiatan seremonial. Lebih dari itu, AOE harus mampu mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor sehingga melahirkan kerja sama serta investasi yang memberikan dampak nyata.

“Jangan sampai expo hanya menjadi pameran dengan dekorasi yang bagus, tetapi tidak ada realisasi. Yang harus kita ukur adalah nilai transaksi, kerja sama, dan nilai investasi yang terealisasi,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan expo harus diukur dari dampaknya terhadap perekonomian daerah, antara lain melalui terbukanya peluang usaha, berkembangnya produk lokal, masuknya investasi, terciptanya lapangan kerja, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu untuk ajang pameran kali ini Tanah Datar menampilkan berbagai product kerajinan UMKM daerah seperti songket, sulaman kapalo samek, tenun, rajutan, aneka makanan khas seperti rendang, keripik, minuman seperti kopi dan juga memperkenalkan berbagai peluang investasi daerah seperti dibidang pertanian, pariwisata dan potensi lainnya. (farid)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update