Notification

×

Iklan

BPBD Padang Waspadai Cuaca Ekstrem

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 02:21 WIB Last Updated 2026-08-21T19:21:00Z

Nelayan Padang pulang melaut saat kondisi cuaca tak menentu. 

Padang, Rakyatterkini.com – Masyarakat Kota Padang dan wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Hujan berintensitas tinggi, angin kencang, serta gelombang laut yang cukup tinggi menjadi sejumlah ancaman yang mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Jumat (21/8/2026).

Peringatan tersebut dikeluarkan sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi selama tiga hingga empat hari ke depan.

Data dari BMKG Maritim Teluk Bayur dan Stasiun Klimatologi Sumatera Barat menunjukkan adanya potensi gelombang laut hingga 2,5 meter di perairan Padang, Padang Pariaman, Siberut, hingga Pesisir Selatan. Kondisi tersebut dipengaruhi angin dengan kecepatan sekitar 4-16 knot yang bergerak dari arah tenggara dan timur.

Risiko di wilayah pesisir juga meningkat akibat pasang air laut yang diperkirakan mencapai kondisi tertinggi pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 21.00-03.00 WIB. Setelah itu, permukaan air laut diperkirakan berangsur turun pada sore hari, sekitar pukul 15.00-18.00 WIB.

Sementara di wilayah daratan, Kota Padang tercatat mengalami curah hujan yang tergolong tinggi, yakni lebih dari 150 milimeter per dasarian. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir, banjir bandang, luapan sungai, pohon tumbang, serta longsor terutama di wilayah perbukitan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, meminta masyarakat, khususnya nelayan, mengutamakan keselamatan dengan mengurangi aktivitas di laut.

Ia mengimbau para nelayan untuk sementara menunda kegiatan melaut selama beberapa hari hingga kondisi cuaca lebih aman.

Selain nelayan, warga yang tinggal di sekitar pantai, bantaran sungai, dan kawasan perbukitan juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat perlu memperhatikan kemungkinan terjadinya longsor maupun pohon tumbang akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

BPBD juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama kabar yang beredar melalui media sosial. Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan cuaca dan potensi bencana melalui sumber resmi, seperti BMKG dan BPBD Kota Padang.

Dalam kondisi darurat, warga yang terdampak banjir, terjebak akibat genangan, maupun menemukan kejadian pohon tumbang dapat segera menghubungi layanan Padang Sigap 112. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses pelaporan, evakuasi, dan penanganan kejadian di lapangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update