Notification

×

Iklan

Bocah 4 Tahun Melawan Leukemia Langka, Harapan Kesembuhan Menanti Uluran Tangan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:05 WIB Last Updated 2026-08-26T02:10:14Z

Kalandra Muhammad Azis, bersama ibunya.

PADANG - Di balik senyum polos dan tatapan mata yang masih penuh harapan, tersimpan perjuangan besar yang harus dijalani Kalandra Muhammad Azis. 

Di usianya yang baru 4 tahun 8 bulan, ketika anak-anak seusianya seharusnya bebas bermain, berlari dan menikmati masa kecil, Kalandra justru harus akrab dengan rumah sakit dan berbagai rangkaian pengobatan.

Selama satu tahun tujuh bulan terakhir, sebagian besar waktu Kalandra dihabiskan untuk menjalani perawatan. Masa kecil yang seharusnya penuh keceriaan harus ia lalui dengan perjuangan panjang melawan penyakit langka.

Ayah Kalandra, Azis Wahyudi, mengatakan putranya yang tercatat sebagai warga ber-KTP Bukittinggi dan kini berdomisili di Kota Padang, Sumatera Barat, tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Kalandra didampingi sang ibu, Mardiyah Khairani.

“Kalandra harus berhadapan dengan Mixed Phenotype Acute Leukemia (MPAL), salah satu jenis leukemia akut yang tergolong sangat langka,” ujar Azis, Minggu (23/8/2026).

Menurut penjelasan dokter di Rumah Sakit Kanker Dharmais, MPAL menyerang sumsum tulang dan menyebabkan produksi sel darah putih secara berlebihan. Sel-sel tersebut tidak berkembang secara sempurna sehingga memenuhi ruang yang seharusnya ditempati sel darah sehat. Kondisi ini perlahan membuat daya tahan tubuh Kalandra semakin lemah.

Akibat penyakit tersebut, Kalandra harus menjalani pengobatan dan perawatan dalam waktu panjang. Tidak hanya menguras tenaga dan pikiran, perjuangan itu juga membuat keluarga harus terpisah.

Selama menjalani perawatan di Jakarta, Kalandra dan ibunya harus tinggal jauh dari kampung halaman. Sementara Azis tetap berada di rumah untuk bekerja, mencari nafkah, sekaligus terus berupaya menghadirkan harapan agar putra semata wayangnya dapat kembali sehat.

Kini, perjuangan Kalandra memasuki tahap yang lebih berat. Dokter menyarankan agar ia menjalani transplantasi sumsum tulang sebagai bagian dari upaya pengobatan yang dibutuhkan.

Namun, tindakan tersebut belum dapat dilakukan di rumah sakit di Indonesia untuk kondisi yang dialami Kalandra. Karena itu, keluarga harus mempersiapkan pengobatan ke luar negeri.

Di sinilah ujian lain datang. Biaya pengobatan yang dibutuhkan sangat besar, jauh melampaui kemampuan ekonomi keluarga sederhana tersebut.

“Kami tidak menyerah. Tapi tangan kami sendirian belum cukup kuat untuk mengangkat beban ini,” tutur Azis lirih.

Kini, keluarga Kalandra mengetuk hati masyarakat dan semua pihak yang berkenan membantu. Dukungan sekecil apa pun sangat berarti bagi perjuangan bocah kecil tersebut.

Bagi Kalandra, bantuan yang diberikan bukan sekadar angka. Setiap rupiah adalah bagian dari harapan, menjadi jalan untuk mendapatkan pengobatan dan kesempatan kembali merasakan masa kecilnya.

Keluarga pun berharap kepedulian masyarakat dapat membantu Kalandra melanjutkan pengobatan hingga ke luar negeri. 

Mereka ingin Kalandra tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh, bermain, bersekolah dan meraih masa depan yang selama ini menjadi harapan kedua orang tuanya.

Bantuan untuk Kalandra dapat disalurkan melalui:

Bank BRI
Nomor Rekening: 738401012113539
Atas Nama: Mardhiyah Khairani (Ibu Kalandra Muhammad Azis)

Informasi dan konfirmasi bantuan juga dapat menghubungi ayah Kalandra, Azis Wahyudi, melalui nomor 082382368674

Semoga bantuan dari masyarakat dapat mendukung Kalandra menjalani pengobatan dan tindakan medis yang dibutuhkannya. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update