Notification

×

Iklan

BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di Flores

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:11 WIB Last Updated 2026-08-19T09:11:00Z

Salah satu bangunan yang roboh

Jakarta, Rakyatterkini.com — Aktivitas kegempaan masih terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut. Hingga Rabu (19/8/2026) pagi, BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyasmata, menyampaikan data tersebut tercatat hingga pukul 06.00 WITA. Dari ribuan gempa susulan itu, kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang paling kecil berada pada magnitudo 1,1.

“Total gempa bumi susulan hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA, sebanyak 2.768 kejadian. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1,” ujar Arief, Rabu.

BMKG mencatat terdapat 24 gempa susulan dengan kekuatan lebih dari magnitudo 5. Selain itu, sebanyak 81 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Arief, kondisi aktivitas gempa di Flores dan daerah sekitarnya masih berubah-ubah. Analisis terhadap grafik peluruhan gempa juga belum menunjukkan kecenderungan penurunan aktivitas yang konsisten.

“Dari grafik peluruhan masih fluktuatif dan belum terlihat jelas pola peluruhannya,” katanya.

BMKG memperkirakan gempa susulan masih berpotensi terjadi selama beberapa waktu ke depan. Aktivitas tersebut diprediksi berangsur lebih stabil dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

“Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan akan stabil,” tutur Arief.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, BMKG terus memonitor aktivitas gempa di Flores dan wilayah sekitarnya. Masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah terdampak, diminta tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.

BMKG juga mengimbau warga untuk menjadikan kanal resmi lembaga tersebut sebagai rujukan dalam memperoleh informasi terbaru mengenai gempa. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi menimbulkan kepanikan.

Pemantauan terhadap aktivitas kegempaan akan terus dilakukan, sementara perkembangan terbaru akan disampaikan BMKG melalui saluran informasi resminya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update