Notification

×

Iklan

Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Jantho

Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:22 WIB Last Updated 2026-08-02T12:22:00Z

Orangutan

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Upaya pelestarian Orangutan Sumatera (Pongo abelii) kembali menunjukkan hasil positif. Seekor bayi Orangutan Sumatera lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho yang berada di kawasan Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Kelahiran bayi tersebut menjadi pencapaian penting dalam program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan yang dilaksanakan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama berbagai lembaga mitra konservasi.

Tim Post Release Monitoring (PRM) memastikan kelahiran itu saat melakukan pemantauan pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, petugas melihat seekor orangutan betina dewasa bernama Wenda sedang menggendong anaknya.

Berdasarkan hasil observasi, bayi orangutan itu diperkirakan berusia kurang dari satu minggu dan berjenis kelamin betina. Tanda-tanda kehamilan Wenda sendiri telah diketahui sejak Januari 2026 melalui perubahan kondisi fisik yang terus dipantau oleh tim monitoring.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut kelahiran bayi tersebut sebagai kabar yang membawa harapan bagi keberlangsungan populasi Orangutan Sumatera di habitat aslinya.

Menurutnya, kelahiran itu menjadi simbol penting bagi masa depan ekosistem hutan yang menjadi rumah bagi satwa langka tersebut. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat langkah-langkah konservasi, meningkatkan pengawasan terhadap perdagangan satwa liar ilegal, serta memastikan setiap orangutan yang dilepasliarkan mampu hidup, beradaptasi, dan berkembang biak di alam bebas.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja sama antara pemerintah, organisasi konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho.

Ia menegaskan, perlindungan habitat orangutan terus diperkuat melalui peningkatan pengawasan kawasan, kolaborasi dengan berbagai mitra, serta pelibatan masyarakat untuk mencegah perusakan hutan dan perdagangan satwa liar. Menurutnya, sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menjaga masa depan Orangutan Sumatera beserta habitatnya.

Wenda sendiri merupakan orangutan hasil penyelamatan yang menjalani proses rehabilitasi cukup panjang. Satwa tersebut disita dari kepemilikan ilegal dan dibawa ke Pusat Karantina serta Rehabilitasi Orangutan SOCP Sibolangit pada 2009 ketika usianya diperkirakan sekitar satu tahun.

Setelah menyelesaikan tahapan rehabilitasi, Wenda dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Jantho pada 2013 sebelum akhirnya dilepasliarkan ke habitat alaminya pada 2014. Sejak saat itu, kondisinya terus dipantau secara berkala oleh tim PRM untuk memastikan kesehatan dan kemampuan beradaptasi di alam liar.

Keberhasilan Wenda melahirkan anak menjadi bukti bahwa orangutan hasil rehabilitasi tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga berkembang biak di habitat aslinya. Capaian ini semakin memperkuat keyakinan bahwa program konservasi Orangutan Sumatera di Cagar Alam Jantho berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi pelestarian spesies yang terancam punah tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update