Jakarta, Rakyatterkini.com – Empat nelayan berhasil diselamatkan oleh tim Basarnas Lampung setelah kapal yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin di kawasan Perairan Gunung Anak Krakatau, Selasa malam (4/8/2026).
Keempat nelayan tersebut berada dalam kondisi terjebak di tengah laut setelah Kapal Motor (KM) Baru Jaya yang mereka tumpangi tidak dapat beroperasi akibat mesin mati. Proses pencarian sempat menghadapi tantangan karena kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, namun seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat.
Kejadian bermula ketika Kantor Basarnas Lampung menerima laporan terkait kapal nelayan yang mengalami gangguan mesin. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Rescue Pos SAR Bakauheni segera bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02. Titik keberadaan kapal diketahui berada sekitar 20 mil laut dari Pos SAR Bakauheni.
Tim penyelamat harus bekerja ekstra keras karena kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau sedang mengalami gelombang besar. Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam dalam cuaca yang kurang bersahabat, petugas akhirnya menemukan KM Baru Jaya beserta empat nelayan yang seluruhnya masih dalam keadaan aman.
"Setelah melakukan pencarian dalam kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, tim berhasil menemukan kapal bersama empat nelayan dalam kondisi selamat," kata Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, Rabu (5/8/2026).
Meski tidak ada korban jiwa, salah satu nelayan mengalami kelelahan dan kondisi tubuh melemah setelah cukup lama berada di kapal yang tidak dapat bergerak.
Petugas kemudian melakukan evakuasi secara bertahap setelah memastikan situasi di lokasi cukup aman. Dua nelayan dibawa menggunakan RIB 02 menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Piluk Bakauheni untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.
Sementara itu, dua nelayan lainnya tetap bersama KM Baru Jaya untuk diarahkan menuju Pulau Krakatau Besar. Kapal tersebut selanjutnya akan ditangani dan ditarik oleh pihak pemilik kapal.
Basarnas Lampung mengingatkan para nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut agar selalu memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berangkat. Pemeriksaan mesin, kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung, serta pemantauan informasi cuaca dari BMKG menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa.(da*)


