Notification

×

Iklan

Bapanas Pastikan Stok Bawang Putih Nasional Aman

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:18 WIB Last Updated 2026-08-06T22:18:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok bawang putih di Indonesia masih mencukupi. Pemerintah terus memperkuat pengawasan, memperlancar distribusi, serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai kementerian untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga di pasaran.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan, mengatakan inflasi pangan nasional hingga saat ini masih berada dalam kondisi yang terkendali, termasuk untuk komoditas bawang putih yang sempat mengalami kenaikan harga.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya ditujukan agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga memastikan petani dan peternak memperoleh keuntungan yang wajar dari hasil usahanya.

Hermawan menjelaskan, pemerintah telah menggelar dua rapat koordinasi untuk merespons kenaikan harga bawang putih yang sebelumnya tercatat memberikan andil terhadap inflasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Rapat pertama dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan melibatkan Kementerian Pertanian serta sejumlah instansi terkait. Pertemuan tersebut membahas langkah percepatan produksi bawang putih dalam negeri guna memperkuat pasokan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Sementara itu, rapat kedua dipimpin oleh Bapanas dengan fokus pada evaluasi kondisi pasokan di dua pasar induk utama. Di Pasar Induk Kramat Jati, stok bawang putih mencapai 109 ton atau meningkat sekitar 153,49 persen dengan harga berkisar Rp23.000 per kilogram. Sedangkan di Pasar Induk Tanah Tinggi, harga masih stabil di kisaran Rp29.000 per kilogram.

Meski pasokan dinilai aman, sejumlah distributor menyampaikan masukan mengenai pengaturan kuota impor. Mereka menilai keterbatasan pasokan dapat memengaruhi kelancaran distribusi serta mengurangi margin usaha apabila kenaikan harga tidak dapat disesuaikan di tingkat pasar.

Hermawan menegaskan, kondisi tersebut belum memengaruhi ketersediaan bawang putih secara nasional yang hingga kini masih berada pada level aman.

Berdasarkan data BPS, jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga bawang putih pada Juli 2026 tercatat sebanyak 248 daerah. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 261 daerah, sehingga menunjukkan tren perbaikan.

Selain itu, Bapanas meminta pemerintah daerah meningkatkan ketelitian dalam pencatatan harga dengan membedakan jenis bawang putih honan atau bonggol dan bawang putih kating karena keduanya memiliki karakteristik serta harga yang berbeda.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bapanas juga mendorong BUMN Pangan bersama pemerintah daerah melakukan intervensi distribusi di wilayah yang harga bawang putihnya masih berada di atas harga acuan, sehingga pasokan tetap terjaga dan harga lebih stabil di tingkat konsumen.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update