Notification

×

Iklan

Banjir Nepal-China, 160 Orang Tewas, 1.300 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:55 WIB Last Updated 2026-08-27T12:55:00Z

Banjir bandang dahsyat menerjang Distrik Nuwakot, Nepal

Jakarta, Rakyatterkini.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang besar yang melanda kawasan perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026) terus bertambah. Sedikitnya 160 orang dilaporkan tewas, sedangkan jumlah warga yang masih belum ditemukan mencapai lebih dari 1.300 orang. Sekitar 500 di antaranya merupakan wisatawan asing.

Besarnya jumlah korban hilang menggambarkan dahsyatnya bencana yang menerjang kawasan pegunungan Himalaya, terutama wilayah perbatasan Nepal dengan Tibet, China.

Mengutip CNN, otoritas Nepal mencatat sebanyak 826 orang masih dinyatakan hilang. Dari data sebelumnya, sedikitnya 300 orang di antaranya diketahui merupakan warga negara asing. Sementara itu, pemerintah China melaporkan 558 orang masih belum ditemukan.

Jika digabungkan, jumlah orang yang hilang di kedua negara mencapai sedikitnya 1.384 orang.

Dewan Pariwisata Nepal juga melaporkan 517 warga negara asing masuk dalam daftar orang yang belum ditemukan. Mereka berasal dari sejumlah negara, dengan India menjadi negara dengan jumlah warga hilang terbanyak, yakni 178 orang. Berikutnya Amerika Serikat 65 orang, Ukraina 53 orang, Malaysia 51 orang, Australia 35 orang, Inggris 33 orang, dan Kanada 25 orang.

Sebagian besar warga asing tersebut diketahui tengah melakukan aktivitas trekking maupun perjalanan keagamaan di kawasan lembah terpencil di Nepal bagian utara ketika bencana terjadi.

Banjir bandang yang membawa material lumpur dan disertai longsor menerjang sejumlah wilayah. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kuatnya arus air yang datang dari dataran tinggi dan menghancurkan berbagai bangunan serta infrastruktur.

Jembatan, rumah bertingkat, hingga kendaraan seperti mobil, bus, dan truk terseret arus deras. Material lumpur juga memenuhi sejumlah kawasan yang dilalui aliran banjir.

Bencana tersebut diduga berkaitan dengan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 yang terjadi di Nepal, tidak jauh dari perbatasan China. Guncangan disebut memicu runtuhnya bagian danau atau gunung es di dataran tinggi yang kemudian masuk ke waduk.

Volume bongkahan es dan material yang sangat besar membuat waduk tidak mampu menampung aliran air. Kondisi itu diduga menyebabkan air meluap hingga merusak pintu air dan kemudian menerjang kawasan permukiman serta bangunan di sepanjang aliran sungai.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update