Jakarta, Rakyatterkini.com - Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Tol Medan–Tebingtinggi, tepatnya di KM 71,700, wilayah Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Sabtu (1/8/2026).
Sebuah mobil Toyota Avanza menabrak bagian belakang truk kontainer hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal diketahui bernama Lisbet Lamentri br Pandiangan (29). Ia sempat mendapat penanganan medis di RSUD Sultan Sulaiman, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, AKP Bringin Jaya, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan Toyota Avanza bernomor polisi BK 1707 OG dan truk kontainer Mitsubishi Fuso BK 8247 EG.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Avanza melaju dari arah Medan menuju Tebingtinggi melalui lajur cepat. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga tidak menjaga jarak aman sehingga menabrak bagian belakang kanan truk kontainer yang melintas di lajur lambat dengan arah yang sama.
AKP Bringin Jaya membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut satu penumpang meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit, sementara tujuh korban lainnya mengalami berbagai luka.
Benturan keras membuat bagian depan Avanza mengalami kerusakan berat. Pengemudi kendaraan, Machza Syahputra (45), turut menjadi korban luka bersama enam penumpang lainnya.
Seluruh korban yang mengalami luka segera dievakuasi ke RSUD Sultan Sulaiman dan RSU Chevani Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan. Di antara korban luka terdapat tiga anak berusia 4 tahun, 6 tahun, dan 12 tahun.
Polisi mengungkapkan bahwa saat kecelakaan terjadi kondisi cuaca cerah, arus kendaraan cukup ramai, dan kondisi jalan dalam keadaan baik. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu karena pengemudi Avanza kurang berkonsentrasi sehingga terjadi tabrakan dari belakang.
Usai menerima laporan, personel Satlantas Polres Serdang Bedagai langsung melakukan evakuasi korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mengumpulkan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja dan pihak pengelola jalan tol guna memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.(da*)


