Jakarta, Rakyatterkini.com – Arab Saudi menyampaikan kekhawatirannya terkait rencana Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Iran. Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, Washington bersama Israel disebut tengah menyiapkan operasi militer berskala besar yang menyasar infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas kilang minyak.
Kekhawatiran tersebut disampaikan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), saat melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (1/8/2026). Dalam percakapan itu, MBS meminta penjelasan mengenai rencana serangan yang disebut-sebut akan dilakukan terhadap Iran.
Seorang pejabat AS yang dikutip Axios pada Minggu (2/8/2026) mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi meminta kejelasan mengenai operasi militer tersebut karena dikhawatirkan dapat memperburuk situasi di kawasan.
Sumber lain menyebutkan, MBS juga mendorong Presiden Trump untuk mengedepankan upaya meredakan ketegangan dan mempertimbangkan kembali rencana serangan tersebut.
Di sisi lain, Qatar turut melakukan langkah diplomatik dengan menjalin komunikasi bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, serta perwakilan Oman. Pembicaraan itu difokuskan pada upaya mencapai kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Laporan menyebutkan bahwa perundingan tersebut menunjukkan perkembangan positif. Namun, belum dapat dipastikan apakah hasilnya akan cukup untuk menurunkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, media Iran Press TV sebelumnya melaporkan bahwa Abbas Araghchi juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud. Dalam kesempatan itu, Araghchi mengingatkan Arab Saudi dan negara-negara lain di Timur Tengah mengenai potensi konsekuensi apabila mereka terlibat atau memberikan dukungan terhadap serangan AS ke Iran.(da*)


