Notification

×

Iklan

9 Warga Jila Diduga Dibawa Paksa OPM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:38 WIB Last Updated 2026-08-20T19:27:22Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebanyak sembilan perempuan warga Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dilaporkan dibawa paksa oleh kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Peristiwa itu terjadi setelah kelompok tersebut menyerang pos aparat keamanan dari tiga arah pada Senin (17/8/2026).

Sembilan warga yang dibawa terdiri dari sejumlah anak yang masih bersekolah di kelas 3, 4, dan 6 SD. Selain itu, terdapat perempuan berusia 18 tahun serta seorang remaja berusia 17 tahun yang diketahui tengah mengandung.

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda berharap seluruh warga yang hilang tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga mendoakan personel yang menjalankan pencarian agar diberi kemudahan dalam menjalankan tugas.

Menurut Jozanda, kejadian bermula ketika kelompok bersenjata melancarkan serangan ke pos aparat dari tiga arah. Serangan tersebut kemudian berujung pada kontak tembak. Setelah itu, kelompok bersenjata meninggalkan lokasi.

Aparat selanjutnya melakukan penyisiran di sekitar area kejadian. Dari keterangan masyarakat, diketahui bahwa sembilan perempuan warga sipil diduga telah dibawa secara paksa oleh kelompok bersenjata tersebut.

Dalam kejadian itu, dua ibu rumah tangga sempat berusaha melindungi anak mereka. Namun, keduanya justru mengalami kekerasan. Neregingget Magai dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak di tempat kejadian. Sementara itu, Inkolung Aim disebut dilempar ke jurang hingga mengalami patah tulang pada bagian kaki.

Setelah menerima laporan mengenai penculikan tersebut, aparat langsung mengerahkan personel untuk mengejar kelompok bersenjata dan mencari keberadaan sembilan warga yang dibawa.

Jozanda menilai tindakan yang dilakukan kelompok tersebut, yang juga kerap disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sebagai tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan. Aparat kini terus berupaya melacak keberadaan para korban serta memastikan keselamatan mereka.

Dampak kejadian juga dirasakan masyarakat Distrik Jila dan wilayah di sekitarnya. Warga dilaporkan merasa takut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pergi ke kebun. Kondisi tersebut membuat masyarakat meminta dukungan bahan makanan kepada pemerintah melalui aparat keamanan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update