Padang, Rakyatterkini.com — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menggunakan teknologi Sepablock buatan PT Semen Padang untuk pembangunan 813 unit hunian tetap (huntap) di Sumatera Barat. Rumah tersebut disiapkan terutama bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Kepastian penggunaan material tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri PKP, Tedy Siagian, saat meninjau rumah contoh yang menggunakan sistem Sepablock di lingkungan PT Semen Padang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan industri dalam mendukung percepatan pemulihan dan pembangunan kembali permukiman pascabencana.
Tedy mengatakan, pembangunan 813 huntap ditargetkan berlangsung sepanjang 2026. Hunian tersebut akan dibangun di empat daerah, yakni Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurutnya, proyek ini menjadi penggunaan pertama Sepablock dalam program rehabilitasi pascabencana dengan skala besar. Pemerintah berharap inovasi material tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu pilihan dalam pembangunan hunian yang kuat dan aman.
Ia menilai teknologi Sepablock berpotensi menghasilkan rumah yang lebih ramah terhadap gempa, sekaligus memiliki pencahayaan, tata udara, sirkulasi udara, serta perlindungan terhadap kebakaran yang memadai.
Selain mempertimbangkan kecepatan pembangunan dan tampilan bangunan, Tedy menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja. Pembangunan ratusan rumah dalam waktu relatif singkat membutuhkan pekerja yang memahami teknik pemasangan Sepablock.
Karena itu, ia mendorong adanya pelatihan bagi tenaga kerja agar pemasangan material dapat dilakukan secara tepat dan memenuhi standar konstruksi yang ditetapkan.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan perusahaan siap mengambil bagian dalam upaya pemerintah mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Win menyebut Sepablock merupakan salah satu inovasi PT Semen Padang yang dikembangkan untuk mendukung pembangunan rumah secara lebih efisien dan berkualitas, dengan mempertimbangkan kondisi serta karakteristik wilayah Sumatera Barat.
Untuk mengejar kebutuhan proyek, kapasitas produksi Sepablock juga ditingkatkan. Kepala Departemen Bisnis Inkubasi Nonsemen & Produk Turunan PT Semen Padang, Ridwan Mukhtar, mengatakan mulai Agustus 2026 produksi ditargetkan naik dari sekitar 120 unit menjadi 200 unit rumah tipe 36 per bulan.
Peningkatan kapasitas tersebut dilakukan agar kebutuhan material untuk pembangunan huntap dapat dipenuhi sesuai jadwal. Saat ini, perusahaan juga telah memiliki persediaan awal yang cukup untuk sekitar 300 unit rumah.
Dengan stok tersebut serta tambahan kapasitas produksi, PT Semen Padang optimistis seluruh kebutuhan Sepablock untuk 813 huntap dapat dipasok secara bertahap dan ditargetkan selesai paling lambat November 2026.
Tedy menambahkan, kunjungan ke PT Semen Padang juga bertujuan memastikan dukungan dari SIG melalui anak usahanya tersebut, terutama dalam menjamin ketersediaan Sepablock yang akan digunakan dalam pembangunan 813 hunian tetap di Sumatera Barat.(da*)


