Notification

×

Iklan

59 Persen Wilayah Blankspot Pasaman Kini Terhubung Internet

Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:18 WIB Last Updated 2026-08-06T15:18:00Z

Plh. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman, Ahdi Susanto.

Pasaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mempercepat pemerataan akses internet di daerah yang sebelumnya masuk kategori blankspot. Program tersebut menjadi salah satu prioritas unggulan Bupati Pasaman dalam meningkatkan konektivitas masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasaman, Ahdi Susanto, menyampaikan masih terdapat sejumlah kejorongan yang belum mendapatkan layanan internet. Namun, pemerintah daerah terus melakukan upaya penyediaan jaringan secara bertahap.

“Masih ada beberapa titik blankspot yang menjadi target untuk segera diaktifkan. Ini merupakan salah satu program unggulan Bapak Bupati,” kata Ahdi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, pemerataan jaringan internet menjadi target yang akan diselesaikan selama lima tahun masa kepemimpinan Bupati Pasaman. Hingga memasuki tahun pertama program berjalan, sebanyak 59,52 persen kejorongan yang sebelumnya tidak memiliki akses internet telah berhasil terkoneksi.

“Waktu pelaksanaan program masih tersisa. Saat ini lebih dari setengah wilayah blankspot sudah mendapatkan akses internet. Kami berharap target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana,” ujarnya.

Untuk mempercepat capaian tersebut, Dinas Kominfo Pasaman tidak hanya mengembangkan jaringan intra pemerintah daerah setiap tahun, tetapi juga melakukan pemetaan dan pendataan secara rutin terhadap lokasi-lokasi yang masih mengalami keterbatasan jaringan.

Pendataan tersebut dilakukan agar penanganan blankspot dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.

Ahdi menambahkan, program perluasan akses internet ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat. Karena itu, Kominfo Pasaman memanfaatkan berbagai peluang dukungan, salah satunya dengan mengajukan tambahan perangkat akses internet melalui aplikasi PASTI (Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi).

Selain itu, perangkat internet yang sebelumnya telah terpasang di wilayah yang kini sudah memperoleh layanan dari operator lain juga akan dipindahkan ke lokasi blankspot baru. Perangkat milik BAKTI maupun Starlink tersebut dialihkan berdasarkan hasil pendataan terbaru.

“Relokasi perangkat dilakukan agar fasilitas yang sudah tidak digunakan di satu wilayah bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di daerah lain yang masih belum terjangkau internet,” jelas Ahdi.

Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Ahdi optimistis seluruh wilayah blankspot di Kabupaten Pasaman dapat terkoneksi jaringan internet dalam kurun waktu lima tahun sesuai target program.

“Kami yakin seluruh titik blankspot di Pasaman dapat terlayani jaringan internet selama periode program ini berjalan,” tutupnya.(spa)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update