Notification

×

Iklan

5 Tips Aman Berkendara Saat Macet

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB Last Updated 2026-08-13T13:37:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kemacetan menjadi pemandangan yang tidak asing bagi masyarakat di kota-kota besar. Padatnya arus kendaraan, terutama pada jam sibuk, membuat pengendara sepeda motor harus meningkatkan kewaspadaan. Kondisi lalu lintas yang bergerak lambat juga dapat memicu kelelahan, kejenuhan, hingga emosi yang berpotensi mengganggu konsentrasi.

Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan menerapkan prinsip cari aman ketika berkendara. Situasi macet seharusnya tidak membuat pengendara mengabaikan aturan, melainkan menjadi kesempatan untuk lebih sabar, tertib, dan menghargai pengguna jalan lainnya.

Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan kemacetan bukan sekadar persoalan lamanya waktu perjalanan. Menurutnya, kepadatan lalu lintas justru membutuhkan konsentrasi dan kesabaran yang lebih tinggi dari setiap pengendara.

“Lalu lintas yang padat membutuhkan kewaspadaan ekstra. Keselamatan bukan ditentukan dari cepat atau lambatnya kendaraan bergerak, tetapi dari setiap keputusan yang dibuat selama berkendara,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Berikut lima langkah yang dapat diterapkan pengendara sepeda motor saat menghadapi kemacetan:

1. Pertahankan jarak dengan kendaraan di depan

Meskipun kendaraan bergerak pelan, pengendara sebaiknya tetap memberikan ruang yang cukup dengan kendaraan di depannya. Jarak tersebut berguna sebagai ruang untuk melakukan pengereman apabila kendaraan di depan berhenti secara tiba-tiba.

2. Jangan kehilangan konsentrasi

Kecepatan rendah bukan berarti pengendara boleh mengurangi perhatian. Pengendara tetap harus memperhatikan kendaraan di sekeliling, pejalan kaki, serta berbagai kemungkinan hambatan yang muncul mendadak. Fokus yang terjaga membantu pengendara mengambil tindakan secara tepat.

3. Tidak perlu memaksakan diri untuk selap-selip

Mencari celah sempit di antara kendaraan demi mempercepat perjalanan dapat meningkatkan risiko terjadinya senggolan atau kecelakaan. Lebih baik mengikuti pergerakan arus lalu lintas dengan tenang daripada melakukan manuver yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

4. Tetap taat terhadap aturan lalu lintas

Kemacetan bukan alasan untuk menerobos rambu, marka jalan, ataupun menggunakan jalur yang tidak semestinya. Pengendara juga tidak diperbolehkan memanfaatkan trotoar atau melawan arah sebagai jalan pintas. Selain membahayakan, perilaku tersebut bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

5. Kendalikan emosi

Situasi macet yang berlangsung lama dapat membuat pengendara merasa bosan, lelah, atau mudah tersulut emosi. Karena itu, penting untuk tetap tenang dan menghindari manuver agresif. Menghormati pengguna jalan lain serta mengutamakan keselamatan menjadi bagian penting dari kebiasaan berkendara yang aman.

Agus menambahkan, penerapan budaya cari aman dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam berkendara. Menjaga jarak, mematuhi aturan, menghormati sesama pengguna jalan, dan mengendalikan emosi jika dilakukan secara konsisten dapat membuat perjalanan lebih nyaman sekaligus membantu mengurangi potensi kecelakaan.

“Kalau kebiasaan tersebut diterapkan terus-menerus, perjalanan akan terasa lebih aman dan nyaman. Pada akhirnya, hal itu juga dapat membantu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan mengurangi risiko kecelakaan,” katanya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update