Notification

×

Iklan

25 Ribu Penari Pecahkan Rekor Leprid di Semarang

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10 WIB Last Updated 2026-08-10T06:10:00Z

Rekor Leprid Semarang tercipta saat 25.000 penari membawakan Tari Dug Dug Der 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebanyak 25.000 penari memadati Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (9/8/2026). Mereka ambil bagian dalam pertunjukan kolosal Menari Dug Dug Der Semarangan yang sekaligus berhasil mencatatkan rekor baru di Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

Jumlah peserta tersebut berhasil melampaui rekor sebelumnya yang tercatat sebanyak 24.000 penari. Dengan demikian, terdapat peningkatan 1.000 peserta dalam pemecahan rekor terbaru tersebut.

Kegiatan berskala besar ini tidak hanya menjadi ajang pencatatan prestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan dan memperkuat keberadaan seni budaya khas Semarang. Antusiasme ribuan warga menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan warisan budaya daerah.

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai unsur masyarakat. Mereka terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, pelajar, mahasiswa, komunitas seni, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta masyarakat umum.

Kegiatan tersebut digagas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Pemerintah Kota Semarang dan KORPRI Kota Semarang. Museum Gubug Wayang (MGW) turut memberikan dukungan sebagai penyelenggara pendamping.

Ketua Umum Leprid Paulus Pangka menyampaikan bahwa sebuah rekor tidak semata-mata dinilai berdasarkan banyaknya peserta. Menurutnya, nilai inspirasi serta manfaat yang ditimbulkan bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pencatatan prestasi.

Paulus menyebut jumlah peserta tahun ini bertambah 1.000 orang dibandingkan pencapaian sebelumnya. Namun, ia menilai semangat masyarakat dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan budaya Semarang jauh lebih penting daripada sekadar angka.

Ia pun memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Menurut Paulus, keterlibatan 25.000 penari menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan warga Semarang dalam menjaga budaya daerah.

Pencapaian tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai catatan rekor. Leprid berharap kegiatan itu dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk menggali, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai keberhasilan kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal.

Ia mengatakan, keterlibatan 25.000 penari bukan hanya bertujuan mengejar rekor, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebudayaan Semarang sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Menurut Agustina, besarnya jumlah peserta memperlihatkan bahwa kebudayaan mampu menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan, mulai dari KORPRI Kota Semarang, Museum Gubug Wayang, Leprid, komunitas seni, panitia, para pelatih, hingga seluruh peserta.

Penasihat Museum Gubug Wayang, Tri Suhartanto, mengatakan keikutsertaan pihaknya merupakan bagian dari komitmen mendukung upaya pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan Indonesia.

Tri menilai budaya tidak seharusnya hanya menjadi bagian dari catatan sejarah. Menurutnya, kebudayaan harus terus dipraktikkan, dipelajari, ditampilkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Ia menilai keterlibatan 25.000 orang dalam satu pertunjukan menjadi bukti bahwa budaya masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat.

Selain itu, Tri menyebut Dug Dug Der Semarangan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan identitas dan kekayaan budaya Kota Semarang. Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal serta mendorong munculnya berbagai inovasi di bidang kebudayaan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update