Notification

×

Iklan

21 OPD Diminta Percepat Program NCH Sumbar

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:56 WIB Last Updated 2026-08-11T23:17:09Z

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi saat memimpin Rapat 

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim pendamping Program Unggulan Nagari/Desa Creative Hub (NCH) untuk meningkatkan dukungan dalam mempercepat pelaksanaan program tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, meminta setiap OPD menyusun rencana aksi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Rencana tersebut akan menjadi acuan pelaksanaan dukungan selama enam bulan mendatang.

Arahan itu disampaikan Arry saat memimpin rapat koordinasi evaluasi dukungan perangkat daerah terhadap program NCH di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Selasa (11/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus langkah mempercepat pengembangan NCH di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi, mengatakan Sekda menilai kontribusi sejumlah OPD dalam mendukung program NCH masih perlu ditingkatkan. Karena itu, masing-masing perangkat daerah diminta segera merumuskan langkah konkret.

"OPD terkait diminta menyiapkan rencana aksi untuk mendukung keberhasilan program NCH. Waktu yang diberikan satu minggu dan hasilnya diminta sudah disampaikan kepada Sekda pada Senin pekan depan," kata Medi.

Menurutnya, program NCH di beberapa lokasi percontohan telah mulai berjalan. Dari sisi infrastruktur, fasilitas yang tersedia dinilai cukup memadai. Namun, masih ada sejumlah aspek yang membutuhkan penguatan agar program tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pemasaran digital, standar mutu produk, strategi pemasaran, ketahanan atau masa konsumsi produk, hingga penguatan merek.

Medi menjelaskan, penguatan berbagai aspek tersebut akan dilakukan secara bersama-sama oleh 21 OPD yang masuk dalam tim pendamping NCH. Pembagian peran antar-OPD sebelumnya telah dituangkan dalam Matriks Sinkronisasi, tetapi implementasi rencana aksi di lapangan masih perlu diperjelas dan diperkuat.

Ia juga menekankan bahwa percepatan NCH tidak harus selalu ditempuh melalui kegiatan dengan anggaran besar. Dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini, perangkat daerah perlu mengoptimalkan fasilitas dan sumber daya yang sudah tersedia.

"Fasilitas pemerintah daerah yang ada dapat dimanfaatkan. Misalnya dalam pelatihan, tidak selalu harus mendatangkan peserta dari luar daerah kemudian menyediakan penginapan. Pola seperti ini perlu diubah di tengah kebijakan efisiensi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Yozawardi Usama Putera, menjelaskan bahwa NCH dirancang sebagai wadah kolaborasi di tingkat nagari untuk mendorong kreativitas, inovasi, serta pengembangan kewirausahaan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pihak, terutama dukungan aktif dari perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.

"Rapat ini dilakukan untuk mengevaluasi dukungan 21 OPD dalam mempercepat perkembangan NCH sekaligus memastikan kolaborasi yang terbangun dapat berjalan lebih optimal," ujar Yozawardi.

Ia menambahkan, semakin banyak nagari dan desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui NCH, semakin besar pula kebutuhan terhadap dukungan lintas sektor. Oleh sebab itu, setiap OPD diharapkan segera menjalankan perannya agar percepatan program NCH dapat dilakukan secara terpadu dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update