Notification

×

Iklan

Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Pantai Pangandaran

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:32 WIB Last Updated 2026-07-18T19:32:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Tiga wisatawan terseret ombak saat berenang di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026) menjelang waktu Maghrib. Dalam insiden tersebut, dua orang berhasil diselamatkan, sedangkan satu wisatawan masih dinyatakan hilang dan terus dicari hingga Sabtu (18/7/2026).

Korban yang belum ditemukan diketahui bernama Mohamad Rizky, warga Bandung. Sementara dua rekannya, Jatniko dan Rian, berhasil selamat setelah berjuang menghadapi kuatnya arus laut di kawasan Pantai Selatan.

Jatniko berhasil diselamatkan oleh seorang nelayan yang melintas menggunakan perahu. Saat ditemukan, kondisinya sempat tidak sadarkan diri akibat diterjang ombak. Adapun Rian berhasil menyelamatkan diri dengan berenang hingga mencapai bibir pantai.

Berbeda dengan kedua rekannya, Mohamad Rizky diduga terbawa arus ke arah tengah laut dan hingga kini keberadaannya masih belum diketahui.

Jatniko mengaku tidak mengingat kejadian saat ombak menghantam dirinya. Ia baru sadar setelah berada di atas perahu nelayan yang mengevakuasinya.

Saksi mata bernama Panji mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, petugas pantai sebenarnya telah mengingatkan ketiga wisatawan agar menghentikan aktivitas berenang karena hari mulai gelap. Namun, imbauan tersebut tidak diikuti.

Menurut Panji, korban yang hilang sempat melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam akibat derasnya arus laut.

Sementara itu, nelayan Siswanto mengaku mendengar teriakan minta tolong ketika hendak melaut. Saat mendekati lokasi, ia melihat dua orang masih berusaha bertahan di permukaan air. Siswanto kemudian berhasil mengangkat satu korban ke atas perahunya, sedangkan satu korban lainnya sudah tidak terlihat.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Pangandaran, AKP M Anang Tri Sodikin, mengatakan tim SAR gabungan segera melakukan pencarian setelah menerima laporan kejadian. Proses pencarian difokuskan di sepanjang Pantai Barat Pangandaran dan akan diperluas ke perairan lepas apabila korban belum ditemukan.

Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, Balawista, serta nelayan setempat. Petugas juga mengingatkan para wisatawan agar hanya berenang di area yang telah ditentukan, mengikuti arahan petugas pantai, serta menghindari aktivitas berenang menjelang malam karena kondisi arus dan gelombang Pantai Selatan dapat berubah dengan cepat dan membahayakan keselamatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update