Padang, Rakyatterkini.com - Delapan bulan setelah banjir bandang menerjang kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada akhir November 2025, dampak psikologis masih dirasakan oleh sejumlah siswa sekolah dasar di daerah tersebut.
Trauma akibat kehilangan rumah dan harta benda masih membekas, sehingga memengaruhi konsentrasi mereka saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Kepala SD Bustanul Ulum Semen Padang, Eli Martinda, mengatakan sebagian besar muridnya berasal dari keluarga yang terdampak bencana. Menurutnya, belum adanya kepastian mengenai tempat tinggal membuat banyak anak masih terbebani secara mental.
Ia menjelaskan, hampir separuh siswa di sekolah tersebut berasal dari keluarga yang rumahnya terdampak atau hanyut akibat banjir bandang.
Kondisi itu terkadang terlihat saat proses pembelajaran berlangsung, di mana beberapa siswa tampak melamun dan sulit berkonsentrasi karena masih mengingat peristiwa yang mereka alami.
Melihat kondisi tersebut, Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) mengadakan program ASPIKOM Care 2026 sebagai bentuk dukungan psikososial bagi para penyintas cilik.
Program tersebut bertujuan membantu pemulihan trauma sekaligus memperkuat karakter ratusan siswa SD Bustanul Ulum.
Kegiatan ini melibatkan dosen dan pakar ilmu komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, serta Politeknik Negeri Padang. Tidak hanya itu, akademisi dari Malaysia, Kanada, Singapura, dan Thailand juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran para akademisi disambut antusias oleh para siswa melalui pertunjukan seni tradisional randai. Eli menilai kunjungan tersebut memberikan semangat baru bagi anak-anak yang selama ini masih berjuang mengatasi trauma pascabencana.
Menurutnya, kegiatan tersebut membawa dampak positif karena membuat para siswa kembali ceria dan lebih bersemangat mengikuti proses pendidikan. Ia berharap dukungan serupa dapat terus diberikan agar pemulihan mental anak-anak berlangsung secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, ASPIKOM menyusun sejumlah aktivitas edukatif yang dirancang untuk membantu proses trauma healing. Kegiatan diawali dengan permainan komunikasi yang menekankan pentingnya kerja sama tim.
Selanjutnya, melalui sesi "Aku Berani Bicara", anak-anak diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman mereka serta menyampaikan cita-cita di masa depan. Setiap siswa yang berani tampil mendapatkan apresiasi berupa stiker bintang sebagai bentuk penghargaan atas keberanian mereka.
Selain itu, tersedia kegiatan "Pohon Harapan", yang mengajak siswa menuliskan harapan dan pesan positif untuk diri sendiri maupun kampung halaman mereka. Anak-anak juga mengikuti sesi menggambar bertema "Batu Busuk Impianku" sebagai media mengekspresikan gambaran lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengenalan budaya dari berbagai negara.
SD Bustanul Ulum yang berada di kawasan depan PLTA Kuranji merupakan sekolah binaan PT Semen Padang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kolaborasi antara pihak sekolah, perusahaan, serta perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri diharapkan mampu membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak, sehingga mereka dapat kembali menjalani pendidikan dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.(da*)


