Jakarta, Rakyatterkini.com – TNI berhasil mengevakuasi jenazah korban terakhir dari tiga warga yang menjadi korban tewas dalam insiden penembakan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Proses evakuasi berlangsung pada Jumat (31/7/2026) setelah jenazah Teina Alya ditemukan di dasar jurang dekat aliran Kali Kolaf.
Evakuasi dilakukan oleh personel Komando Operasi Habema di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III. Karena lokasi jenazah berada di kawasan yang sangat curam dan sulit dijangkau, tim harus menggunakan teknik rappelling untuk menurunkannya dari dasar jurang.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan bahwa korban sebelumnya diduga ditembak oleh kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo. Ia bersyukur proses pencarian akhirnya membuahkan hasil sehingga jenazah Teina Alya dapat ditemukan dan dievakuasi.
Menurut Lucky, setelah ditembak, korban diduga dibuang ke lembah di sekitar Kali Kolaf. Medan yang ekstrem menjadi tantangan utama selama proses pencarian sehingga diperlukan metode evakuasi khusus demi menjaga keselamatan personel.
Setelah berhasil diangkat dari dasar jurang, jenazah dibawa ke rumah sakit di Dekai untuk penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga guna dimakamkan sesuai dengan prosesi adat setempat.
TNI menyebut proses evakuasi tersebut menandai berakhirnya pencarian terhadap tiga warga yang menjadi korban dalam peristiwa itu.
Di saat yang sama, Satgas TNI Koops Habema dilaporkan terlibat baku tembak dengan kelompok yang diduga berkaitan dengan kematian Teina Alya.
Dalam insiden tersebut, TNI menyatakan dua anggota OPM tewas setelah melepaskan tembakan ke arah personel yang sedang menjalankan tugas, sementara sejumlah anggota lainnya melarikan diri ke kawasan hutan.
Letjen Lucky menegaskan TNI akan terus mengambil langkah tegas terhadap setiap aksi bersenjata yang membahayakan masyarakat maupun aparat keamanan. Ia juga mengimbau anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan tindakan kekerasan, menyerahkan senjata, dan mendatangi pos keamanan TNI terdekat.(da*)


