Jakarta, Rakyatterkini.com – Proses evakuasi jenazah pilot warga negara Amerika Serikat yang menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) berlangsung dalam situasi penuh kewaspadaan di wilayah Papua Pegunungan.
Pengamanan operasi dilakukan oleh pasukan elite Koops TNI Habema di kawasan Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Korban diketahui merupakan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin. Ia meninggal dunia setelah pesawat yang diterbangkannya diserang dan dibakar oleh kelompok bersenjata pada Kamis (2/7/2026) pagi.
Rekaman video proses evakuasi kemudian beredar di media sosial, termasuk melalui akun Instagram @warungjurnalis. Dalam video tersebut tampak personel TNI bergerak menyusuri perbukitan dengan pengamanan ketat sebelum berhasil mengevakuasi jenazah korban.
Sepanjang operasi berlangsung, prajurit TNI membawa perlengkapan tempur dan bergerak secara hati-hati untuk mengantisipasi kemungkinan adanya serangan lanjutan. Setelah area dipastikan aman, jenazah Nicholas dievakuasi menggunakan helikopter dari Lapangan Terbang Balinggama di Distrik Sobaham pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIT.
Pelaksanaan evakuasi mendapat pengawasan ketat mengingat kondisi geografis Kabupaten Yahukimo yang didominasi pegunungan dengan akses yang sulit serta memiliki tingkat risiko keamanan yang tinggi.
Selanjutnya, jenazah diterbangkan menuju Timika untuk menjalani proses pemulasaraan di Rumah Sakit TNI AD. Setelah itu, jenazah akan diserahkan kepada keluarga korban serta pihak maskapai PT Associated Mission Aviation (AMA).
Wakil Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menjelaskan bahwa operasi evakuasi dilaksanakan secara cepat melalui koordinasi yang matang dengan tetap mempertimbangkan tantangan medan di lokasi kejadian.
Di samping proses evakuasi, aparat TNI juga masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memburu kelompok yang diduga bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
"Prioritas kami adalah mengevakuasi korban, mengamankan lokasi kejadian, memberikan perlindun gan kepada masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum," ujar Brigjen TNI Riyanto. (da*)


