Notification

×

Iklan

Tahura Bung Hatta Disiapkan Jadi Destinasi Ekowisata

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:18 WIB Last Updated 2026-07-10T11:18:00Z

Kawasan Taman Raya (Tahura) Bung Hatta

Padang, Rakyatterkini.com – Upaya menjaga kelestarian Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta terus menjadi perhatian berbagai pihak. Selain memiliki fungsi penting sebagai kawasan konservasi, Tahura juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi sehingga diperlukan pengelolaan yang berkelanjutan, termasuk melalui penerapan skema pendanaan yang inovatif.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Menggagas Penyelamatan dan Tata Kelola Berkelanjutan Tahura Bung Hatta Melalui Skema Pendanaan Inovatif" yang digelar Komunitas Mahasiswa Mencintai Alam (KOMMA) Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (9/7/2026).

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif kalangan akademisi dalam mencari solusi untuk menjaga keberlangsungan Tahura. Menurutnya, forum seperti ini dapat melahirkan berbagai gagasan baru demi meningkatkan pengelolaan kawasan hutan tersebut.

Ia menilai Tahura memiliki kekayaan flora, fauna, serta keanekaragaman hayati yang menjadi aset penting bagi Kota Padang. Karena itu, seluruh pihak perlu memiliki kepedulian bersama agar kawasan tersebut tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.

Maigus juga menegaskan bahwa sebagai kawasan konservasi yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Padang, Tahura membutuhkan pengawasan yang maksimal. 

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam menjaga kelestarian hutan lindung tersebut.

Selain berfungsi sebagai penyangga ekosistem, Tahura dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. 

Menurutnya, kawasan itu dapat diarahkan menjadi lokasi agrowisata yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, serta taman buah sehingga memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek konservasi.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Jumsu Trisno, berharap FGD yang merupakan bagian dari peringatan HUT ke-50 KOMMA dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan Tahura. 

Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki peran penting sehingga pemanfaatannya harus tetap mengutamakan fungsi pelestarian.

Tahura Dr. Mohammad Hatta memiliki luas sekitar 240 hektare dan menyimpan sejarah panjang. Kawasan ini pertama kali dirintis pada 1955 oleh Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, dengan nama Kebun Raya Setia Mulya. Pengelolaannya kemudian beberapa kali berpindah, mulai dari LIPI, Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Barat, hingga Universitas Andalas.

Pada 1986, kawasan tersebut resmi diberi nama Taman Hutan Raya Dr. Mohammad Hatta oleh Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah. Selanjutnya, sejak 1991 pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Kota Padang.

Diskusi ini turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pertanian Kota Padang, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, perwakilan KOMMA Fakultas Pertanian Universitas Andalas, serta para pemerhati lingkungan. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan Tahura Bung Hatta sebagai warisan alam yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update