Notification

×

Iklan

Sumbar Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak Lewat Kolaborasi Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:26 WIB Last Updated 2026-07-30T15:26:00Z

Foto bersama

Padang, Rakyatterkini.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama internasional yang bertujuan memperkuat layanan operasi jantung anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. 

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menangani kasus penyakit jantung bawaan pada anak.

Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

Program proctorship merupakan hasil kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) Arab Saudi, Muslim World League (MWL), serta Tim Pengampu Kardiovaskular dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Arry mengapresiasi terlaksananya kolaborasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas negara menjadi langkah penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang menderita penyakit jantung bawaan di Sumatera Barat.

Ia juga menyampaikan sambutan hangat kepada tim medis dan delegasi dari Arab Saudi serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Kehadiran para ahli dinilai menjadi kesempatan berharga dalam memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di daerah.

Pemerintah Provinsi Sumbar, lanjut Arry, berkomitmen mendukung kerja sama yang melibatkan berbagai negara, institusi, dan profesi sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, penyakit jantung bawaan pada anak bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berdampak besar terhadap kondisi fisik, psikologis, dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kegiatan proctorship dinilai sangat penting karena selain memperluas akses operasi jantung berkualitas, juga menjadi sarana transfer pengetahuan bagi tenaga kesehatan di daerah.

Arry turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang terus memberikan pelayanan terbaik. Ia menilai dedikasi mereka bukan hanya membantu proses penyembuhan pasien, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dan keluarga yang tengah menghadapi penyakit jantung.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Setiap tahun sekitar satu persen bayi yang lahir, atau sekitar 48 ribu bayi, mengalami kelainan jantung bawaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 ribu bayi membutuhkan operasi segera karena kondisinya tergolong kritis.

Budi menjelaskan, hingga tahun 2022 Indonesia baru mampu melaksanakan sekitar 6.000 operasi jantung anak setiap tahun. Kondisi tersebut menyebabkan masih banyak pasien yang belum memperoleh penanganan tepat waktu akibat keterbatasan fasilitas dan kapasitas pelayanan.

Pemerintah, kata Budi, terus meningkatkan jumlah rumah sakit yang mampu melakukan operasi jantung anak. Jika sebelumnya hanya terdapat sembilan rumah sakit di enam provinsi, kini jumlahnya bertambah menjadi 15 rumah sakit yang tersebar di 12 provinsi. Meski demikian, pemerintah masih menargetkan agar layanan serupa tersedia di seluruh provinsi di Indonesia.

Ia juga mengapresiasi kontribusi King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre yang secara rutin mengirimkan tim ahli ke Indonesia. Selain membantu pelaksanaan operasi bagi pasien, kerja sama tersebut juga mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui proses alih ilmu dan pengalaman.

Melalui program proctorship ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang diharapkan berkembang menjadi salah satu pusat layanan sekaligus pusat pembinaan operasi jantung anak di wilayah Sumatera. Rumah sakit tersebut juga diproyeksikan menjadi rujukan dalam pengembangan layanan kardiovaskular pediatrik bagi rumah sakit lain di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan dr. Obrin Parulian, para bupati dan wali kota se-Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, Dewan Pengawas dan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang dr. Dovy Djanas, unsur Forkopimda, perwakilan KSrelief Arab Saudi, Muslim World League Indonesia, serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update