Notification

×

Iklan

Solok Selatan Gelar Coaching Clinic Blended Learning untuk Guru

Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:45 WIB Last Updated 2026-07-25T10:44:47Z

Pemkab Solok Selatan Perkuat Pembelajaran Digital di Sekolah

Solok Selatan, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat upaya transformasi pendidikan berbasis teknologi dengan menggelar Coaching Clinic bagi Fasilitator IT, Fasilitator Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Fasilitator Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). 

Kegiatan yang mengusung konsep pembelajaran blended learning terintegrasi ini berlangsung di Hotel Pesona Alam Sangir pada Jumat (24/7/2026).

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, yang hadir mewakili Bupati Solok Selatan.

Dalam sambutannya, Syamsurizaldi menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menurutnya, proses belajar mengajar kini harus mampu memanfaatkan teknologi agar pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan mudah diakses oleh peserta didik.

Ia menjelaskan, guru saat ini dituntut memiliki kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Selain itu, Syamsurizaldi menilai keberhasilan penerapan blended learning sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya para fasilitator yang akan mendampingi guru di sekolah. Karena itu, coaching clinic ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para fasilitator sehingga mereka dapat memberikan pendampingan secara optimal dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi.

Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Solok Selatan yang terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Program blended learning dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan penerapan pembelajaran blended learning pada Tahun Ajaran 2026/2027. 

Model pembelajaran tersebut akan diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Selama pelatihan, para fasilitator akan dibekali berbagai keterampilan, mulai dari penggunaan platform pembelajaran digital, penyusunan perangkat ajar, pengelolaan kelas daring, hingga teknik pendampingan bagi guru di sekolah masing-masing. 

Melalui penguatan kompetensi tersebut, implementasi blended learning diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terarah, serta mampu meningkatkan mutu pembelajaran di Kabupaten Solok Selatan.(Alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update