Notification

×

Iklan

Serangan Rusia-Ukraina Tewaskan 15 Orang

Minggu, 26 Juli 2026 | 11:45 WIB Last Updated 2026-07-26T04:45:00Z

Dampak serangan Rusia di salah satu titik dekat Kiev, Ukraina 

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa. Berdasarkan laporan Associated Press (AP), sedikitnya 15 orang meninggal dunia dalam serangkaian serangan yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026). 

Korban terdiri atas 12 orang di wilayah Zaporizhzhia yang berada di bawah kendali Rusia serta tiga orang di wilayah Sumy, Ukraina.

Pejabat pemerintahan pro-Rusia di Zaporizhzhia, Yevgeny Balitsky, menyebut serangan yang diduga dilakukan Ukraina menghantam kawasan resor. 

Akibatnya, 12 orang tewas, termasuk empat anak-anak, sementara 19 lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, pemerintah Ukraina belum memberikan pernyataan terkait tuduhan tersebut.

Di pihak lain, otoritas Ukraina melaporkan tiga orang tewas setelah sebuah drone Rusia menyerang fasilitas sipil di Sumy. Gubernur Sumy, Oleh Hryhorov, mengatakan seluruh korban merupakan pengemudi perusahaan logistik Nova Poshta.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan operasi yang dilakukan menargetkan lokasi penyimpanan serta peluncuran drone milik Ukraina.

Sehari sebelumnya, Jumat (24/7/2026), Rusia juga melancarkan serangan besar di kawasan dekat Kyiv yang mengakibatkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan sekitar 100 orang lainnya terluka. 

Menyusul serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa hasil analisis intelijen menunjukkan Rusia diduga tengah menyiapkan serangan rudal berskala besar dalam kurun waktu 48 jam berikutnya.

Di tengah meningkatnya tekanan dari Rusia, Ukraina terus membalas dengan melancarkan serangan drone jarak jauh ke sejumlah sasaran strategis di wilayah Rusia. Pada Sabtu, serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran di kompleks Kilang Minyak Tyumen yang berada di Siberia Barat.

Zelensky juga mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas logistik di Yekaterinburg serta gudang penyimpanan bahan bakar di Rostov-on-Don. Penggunaan drone jarak jauh yang semakin canggih disebut mampu mengganggu jalur logistik dan infrastruktur energi Rusia. Dampaknya, beberapa wilayah dilaporkan mengalami gangguan pasokan bahan bakar sehingga menambah tekanan terhadap pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Sementara itu, perkembangan diplomatik juga terus berlangsung. Gedung Putih mengumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menerima Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Washington pada Selasa (28/7/2026). 

Pertemuan tersebut diharapkan dapat membahas upaya penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, meski proses diplomasi hingga kini masih belum menunjukkan titik terang.

Ketegangan juga mulai merembet ke negara lain. Kementerian Pertahanan Rumania mengungkapkan pihaknya berhasil menembak jatuh sebuah drone yang memasuki wilayah udaranya di dekat perbatasan dengan Ukraina pada Sabtu.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update