Jakarta, Rakyatterkini.com – Senator senior Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia pada Sabtu (11/7) waktu setempat dalam usia 71 tahun. Politikus asal South Carolina itu dilaporkan wafat setelah mengalami gangguan kesehatan yang muncul secara mendadak.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi dari kantor Graham pada Minggu (12/7/2026) dini hari waktu Amerika Serikat. Pihak keluarga menyebut sang senator sempat mengalami sakit singkat sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir serta meminta ruang privasi selama masa berkabung.
Kepergian Graham mengejutkan dunia politik di Washington. Pasalnya, tidak ada informasi sebelumnya yang mengindikasikan kondisi kesehatannya memburuk. Beberapa hari sebelum wafat, ia bahkan masih menjalankan tugas kenegaraan, termasuk melakukan perjalanan ke Ukraina.
Dalam kunjungan tersebut, Graham sempat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Melalui akun media sosialnya, Zelenskyy mengenang Graham sebagai sosok yang konsisten memberikan dukungan kepada Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung.
Lindsey Graham merupakan salah satu figur berpengaruh di Partai Republik. Ia mewakili South Carolina di Senat sejak 2003 dan sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk kembali bertarung dalam pemilihan Senat yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Sepanjang perjalanan politiknya, Graham dikenal aktif menyuarakan isu pertahanan dan hubungan luar negeri Amerika Serikat. Ia termasuk pendukung kebijakan invasi ke Irak, mendorong sikap tegas terhadap Iran, serta dikenal sebagai salah satu pendukung paling kuat Israel di Kongres.
Perjalanan politik Graham juga diwarnai dinamika hubungannya dengan Presiden Donald Trump. Pada masa kampanye Pilpres 2016, ia sempat melontarkan kritik tajam terhadap Trump. Namun setelah Trump memenangkan pemilu, hubungan keduanya berubah menjadi semakin erat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Graham menjadi salah satu pendukung utama Trump di Senat. Ia berkali-kali membela berbagai kebijakan mantan presiden tersebut, termasuk saat menghadapi persoalan politik maupun hukum, serta memberikan dukungan terhadap pencalonan Trump pada Pemilu Presiden 2024.
Meski sempat mengambil jarak setelah insiden penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021, hubungan keduanya kembali membaik. Graham kemudian kembali berada di barisan pendukung Trump dalam sejumlah agenda politik berikutnya.
Wafatnya Graham sekaligus menandai berakhirnya kelompok senator yang dikenal dengan sebutan "Three Amigos". Sebelumnya, John McCain meninggal dunia pada 2018, disusul Joe Lieberman pada 2024.
Ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai tokoh. Gubernur South Carolina Henry McMaster mengenang Graham sebagai sosok yang memiliki dedikasi besar bagi negara bagian yang diwakilinya maupun Amerika Serikat. Sementara itu, sejumlah pejabat Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, turut menyampaikan penghormatan terakhir serta menyebut Graham sebagai salah satu sahabat dekat Israel di panggung politik Amerika.(da*)


