Notification

×

Iklan

SDN 10 Lambung Bukit Masih Dibayangi Ancaman Longsor

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:46 WIB Last Updated 2026-07-07T13:59:13Z

Bangunan di tengah ancaman banjir.

Padang, Rakyatterkini.com – Delapan bulan setelah diterjang banjir bandang pada November 2025 dan kembali dilanda bencana serupa pada Januari 2026, kondisi SD Negeri 10 Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih memprihatinkan. 

Ancaman longsor dan kerusakan di sekitar sekolah membuat guru, siswa, serta warga terus diliputi rasa cemas, terutama saat hujan deras turun.

Kerusakan paling mencolok terlihat pada jalan utama di depan sekolah yang amblas akibat derasnya arus banjir. Selain itu, retakan tanah mulai menjalar hingga mendekati pagar sekolah, sementara tebing di tepi sungai terus mengalami pengikisan yang berpotensi membahayakan bangunan.

Staf Tata Usaha SDN 10 Lambung Bukit, Luki Pangestu, mengatakan kerusakan semakin parah setelah banjir bandang kedua pada awal 2026. Akibat putusnya akses utama, kegiatan belajar mengajar sempat terganggu.

Menurutnya, meski sempat ada saran agar pembelajaran dilakukan dari rumah, pihak sekolah memilih tetap melaksanakan proses belajar secara tatap muka dengan sejumlah penyesuaian. 

Area depan sekolah ditutup untuk menghindari siswa mendekati lokasi longsor, sementara akses masuk dialihkan melalui jalan di belakang sekolah.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan para siswa.

Rasa khawatir hingga kini masih dirasakan seluruh warga sekolah. Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, pihak sekolah memilih memulangkan siswa lebih awal sebagai langkah antisipasi jika terjadi banjir susulan.

Luki mengungkapkan pemerintah bersama instansi terkait telah beberapa kali meninjau lokasi terdampak. Balai Wilayah Sungai (BWS) juga telah melakukan penanganan sementara dengan mengubah arah aliran sungai menggunakan alat berat agar tidak terus mengikis tebing di sekitar sekolah. Meski demikian, pekerjaan permanen hingga kini belum dimulai.

Ia menyebut informasi yang diterima menyebutkan perbaikan permanen direncanakan berlangsung pada akhir tahun, namun belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaannya.

Selain itu, muncul pula rencana relokasi SDN 10 Lambung Bukit ke lokasi yang lebih aman. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai lokasi maupun jadwal pemindahan sekolah tersebut.

Di tengah kondisi yang masih rawan, minat masyarakat untuk mendaftarkan anak ke sekolah tersebut justru meningkat. Pada penerimaan peserta didik tahun ajaran baru, jumlah pendaftar mencapai 59 orang, melampaui kuota yang tersedia sebanyak 56 siswa.

Luki mengaku sempat mendengar anggapan bahwa kondisi sekolah yang terdampak bencana akan membuat masyarakat enggan mendaftarkan anaknya. Namun kenyataannya, jumlah pendaftar tetap tinggi.

Sementara itu, warga sekitar bersama pemerintah bergotong royong membuka jalan alternatif di belakang sekolah setelah akses utama terputus akibat banjir. 

Warga setempat, Ani, mengatakan jalur tersebut awalnya merupakan lahan yang dipenuhi semak sebelum akhirnya dibuka agar masyarakat dan para siswa tetap memiliki akses menuju sekolah.

Keberadaan jalan baru itu kini menjadi jalur utama keluar masuk warga sekaligus mengubah aktivitas di lingkungan sekolah. Saat jam istirahat, siswa lebih banyak berkumpul dan bermain di area belakang sekolah.

Seorang pedagang di sekitar sekolah, Tri, mengaku sebelumnya berjualan di bagian depan. Namun setelah jalan utama rusak dan ditutup, ia bersama beberapa pedagang lainnya berpindah ke belakang sekolah, bahkan sebagian diizinkan berjualan di halaman sekolah.

Menurutnya, sejak perubahan akses tersebut, aktivitas siswa juga ikut bergeser. Anak-anak kini menghabiskan waktu istirahat di area belakang sekolah, termasuk saat membeli makanan dan bermain bersama teman-temannya.

Meski aktivitas belajar telah kembali normal, warga berharap solusi permanen segera diwujudkan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Jika relokasi benar-benar dilakukan, masyarakat berharap lokasi sekolah yang baru tidak terlalu jauh dari permukiman agar tetap mudah dijangkau oleh para siswa dan orang tua. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update