Notification

×

Iklan

Rosidah Sukses Kembangkan Usaha Gula Merah Berkat KUR BRI

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:22 WIB Last Updated 2026-07-30T03:22:00Z

Usaha Gula Merah dan Berkembang Berkat KUR BRI.

Jakarta, Rakyatterkini.com - Rosidah (50), warga Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, berhasil mengembangkan usaha gula merah khas Madura yang telah ia tekuni sejak 2006. 

Dengan memanfaatkan nira pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di wilayah tersebut, ia mempertahankan warisan kuliner tradisional sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.

Perjalanan membangun usaha tidak berlangsung mudah. Pada masa awal, Rosidah harus menghadapi keterbatasan peralatan produksi yang masih sederhana serta minimnya modal usaha. Meski demikian, ia tetap bertahan hingga kualitas gula merah produksinya mulai dikenal masyarakat dan permintaan pasar terus meningkat.

Seiring bertambahnya pesanan, Rosidah membutuhkan tambahan modal agar mampu memenuhi kebutuhan produksi. Pada 2016, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan. Menurutnya, proses pengajuan berjalan cepat, bunga pinjaman ringan, serta tidak memerlukan agunan sehingga sesuai untuk pelaku usaha kecil.

Dana KUR tersebut dimanfaatkan untuk menambah persediaan bahan baku dan meningkatkan kapasitas produksi. Setelah pinjaman pertama lunas, Rosidah kembali memperoleh pembiayaan tahap kedua senilai Rp50 juta. 

Pada 2024, ia kembali mendapatkan kepercayaan berupa tambahan modal KUR dengan nilai yang lebih besar guna memperluas usahanya.

Berkat dukungan pembiayaan tersebut, kapasitas produksi gula merah meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya sekitar 200 kilogram per hari, kini produksinya mencapai sekitar 500 kilogram setiap hari untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.

Pertumbuhan usaha juga membawa dampak bagi masyarakat sekitar. Selain membeli bahan baku dari warga, Rosidah kini mempekerjakan enam orang karyawan. Berbeda dengan awal merintis usaha yang dikerjakan sendiri, kini usahanya telah menjadi sumber lapangan pekerjaan di desanya.

Jaringan pemasaran gula merah Rosidah pun semakin luas. Produknya dipasarkan ke berbagai wilayah di Madura, seperti Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Pemesanan dilakukan secara praktis melalui telepon oleh para pemilik toko yang telah menjadi pelanggan tetap, kemudian barang dikirim secara rutin sesuai kebutuhan.

Peningkatan produksi dan perluasan pasar membuat omzet usahanya terus bertambah. Keberhasilan tersebut tidak hanya memperkuat kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga membantu kedua anaknya membuka usaha sendiri di Surabaya.

Rosidah mengaku hubungan dengan BRI tidak sebatas pemberi pinjaman dan nasabah. 

Ia menilai pendampingan yang dilakukan petugas melalui kunjungan rutin ke lokasi usaha memberikan motivasi sekaligus membantu mencarikan solusi atas berbagai kebutuhan pengembangan bisnis, termasuk akses tambahan modal ketika diperlukan.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan BRI terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat sektor riil perekonomian.

Hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp103,81 triliun atau sekitar 54,63 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp190 triliun. Sebanyak 75,02 persen dari total penyaluran tersebut dialokasikan ke sektor-sektor produktif yang dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Akhmad berharap kisah sukses Rosidah dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain untuk memanfaatkan fasilitas KUR sebagai sarana memperkuat modal usaha dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update