Notification

×

Iklan

Rehab Balaikota Pariaman Capai 85 Persen

Rabu, 01 Juli 2026 | 06:19 WIB Last Updated 2026-06-30T23:28:32Z

Salah seorang pekerja rehab balaiko pariaman 

Pariaman, Rakyatterkini.com – Proyek rehabilitasi Balaikota Pariaman terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga akhir Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 85 persen, dengan penyelesaian atap gedung sebagai salah satu tahapan utama.

Rehabilitasi yang dimulai pada 10 April 2026 tersebut mencakup tiga jenis pekerjaan, yakni penggantian atap gedung secara menyeluruh, pemasangan plafon, serta perbaikan lis plank.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Pariaman, Aidil Kurniawan, pada Selasa (30/6/2026), menjelaskan bahwa pekerjaan penggantian atap telah selesai. Saat ini, pihak pelaksana hanya melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kebocoran. Jika ditemukan kendala, perbaikan akan segera dilakukan.

Sementara itu, proses pemasangan plafon dan lis plank masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar keseluruhan proyek dapat rampung sesuai jadwal.

Aidil, yang didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Ayom Masril, mengatakan rehabilitasi Balaikota Pariaman dibiayai melalui APBD Kota Pariaman Tahun 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp1.589.056.841. Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kerja dan dikerjakan oleh CV Saipila Agung.

Di sisi lain, Wakil Direktur CV Saipila Agung, Anjoni Vilman, menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek sejauh ini berjalan lancar. Menurutnya, tantangan terbesar terjadi saat proses penggantian atap karena pekerjaan harus menyesuaikan kondisi cuaca yang saat itu kerap diguyur hujan.

Meski demikian, pekerjaan atap kini telah selesai dikerjakan. Fokus pengerjaan saat ini beralih pada penyelesaian plafon dan lis plank agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan ketentuan kontrak.

Anjoni juga menegaskan bahwa para pekerja telah dibekali Alat Pelindung Diri (APD) selama berada di lokasi proyek. Penggunaan APD dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, seperti tertimpa material, terjatuh dari ketinggian, tersengat listrik, maupun terpapar bahan berbahaya selama proses konstruksi berlangsung.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update