Notification

×

Iklan

Ratusan Pelajar Ikuti Napak Tilas Buya Hamka

Selasa, 21 Juli 2026 | 05:19 WIB Last Updated 2026-07-20T22:19:00Z

Ratusan Pelajar Ikuti Napak Tilas Buya Hamka

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar kegiatan Napak Tilas Buya Hamka sebagai upaya menanamkan semangat perjuangan dan keteladanan kepada generasi muda. Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar tingkat SMP dari berbagai daerah di Sumatera Barat ini menjadi sarana pembelajaran sejarah sekaligus pembentukan karakter.

Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi, di GOR Padang Baru, Lubuk Basung, pada Senin (20/7). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Napak Tilas Buya Hamka dirancang untuk mengenalkan nilai perjuangan, keikhlasan, dan rasa cinta tanah air kepada para pelajar melalui pengalaman langsung.

Menurut Mhd Lutfi, Buya Hamka merupakan tokoh bangsa yang patut dijadikan teladan karena kiprahnya tidak hanya sebagai ulama, tetapi juga sastrawan, pejuang, dan negarawan. Salah satu warisan terbesarnya adalah Tafsir Al-Azhar, yang hingga kini menjadi rujukan penting dalam dunia Islam.

Ia juga menekankan bahwa keteguhan Buya Hamka dalam mempertahankan prinsip, termasuk saat menghadapi masa-masa sulit di penjara, menunjukkan bahwa kekuatan iman dan ilmu mampu melahirkan perubahan besar bagi masyarakat.

"Semangat perjuangan Buya Hamka harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," ujar Mhd Lutfi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda turut mengingatkan peserta pada salah satu pesan terkenal Buya Hamka tentang pentingnya tidak menyerah ketika telah memulai sebuah perjuangan. Pesan itu menjadi motivasi agar para pelajar tetap teguh, berani menghadapi rintangan, dan tidak mudah berbalik arah ketika menghadapi kesulitan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, menjelaskan bahwa kegiatan diikuti oleh 21 tim yang berasal dari berbagai SMP di Kabupaten Agam, serta perwakilan dari Kota Padang Panjang dan Kota Payakumbuh. Setiap tim beranggotakan 10 siswa yang didampingi seorang guru pembina.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap mengikuti kegiatan meskipun harus menempuh perjalanan jauh. Bahkan, salah satu tim dari SMPN 3 Ampek Nagari tetap hadir meski wilayah mereka sedang terdampak banjir.

Menurut Andri, semangat para peserta menjadi bukti nyata bahwa nilai perjuangan yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini telah mulai tercermin dalam sikap para pelajar.

Awalnya, Napak Tilas Buya Hamka direncanakan berlangsung di Museum Kelahiran Buya Hamka di Nagari Sungai Batang. Namun, karena mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan peserta, lokasi kegiatan dipindahkan ke Lubuk Basung tanpa mengurangi tujuan maupun makna acara.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari penelusuran sejarah perjuangan Buya Hamka, permainan tradisional khas nagari, hingga lomba memasak makanan tradisional.

Panitia juga menyiapkan lima pos yang harus dilalui peserta. Di setiap pos, mereka akan dinilai berdasarkan pemahaman sejarah, kekompakan tim, etika, serta kemampuan bekerja sama.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Agam berharap para pelajar tidak hanya mengenal Buya Hamka sebagai tokoh besar melalui buku pelajaran, tetapi juga mampu menghayati nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat kebangsaan yang diwariskannya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update